Kades Limusgede Ingatkan Stafnya, Jangan Sampai Di Jadikan ATM Oleh Media, "Ada Lebih Kita Manfaatkan Bersama"


Pangandaran, LHI.

Adanya dugaan penyalah gunaan honorarium untuk Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 yang dilakukan salah satu oknum aparatur desa, menjadikan pengelolaan keuangan dana desa benar-benar sangat perlu dikawal, dan diawasi oleh semua lapisan.

Di terbitkan di pemberitaan sebelumnya, bahwa honorarium Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di Desa Limusgede, Kecamatan Cimerak yang bersumber dari Dana Desa tahap 1 tahun anggaran 2021 di duga di tilep oleh salah satu oknum perangkat desa.

"Seiring perkembangan beredarnya isu penyalahgunaan anggaran honorarium untuk Satuan Tugas covid-19, Kades Limusgede Asep Saepudin langsung mengintruksikan stafnya melalui voice notenya, agar seluruh stafnya lebih hati hati dalam menjaga kerahasian dokumen desa. Jumat (1/4/2022)

Melalui voice notenya Asep menyampaikan arahannya dengan menggunakan bahasa Sunda, ini yang disampaikannya, sebagaimana kemaren di musyawarahkan antara pemerintah desa dwngan BPD atas kejadian ini yang mungkin kurangnya tata cara sebagai perangkat desa dalam mekanisme pengaturan pengelolaan dana desa.


Jadi Ats kejadian ini, saya di What's App oleh media, itu yang di sher untuk mengingatkan kepada semua perangkat desa, agar kedepannya lebih hati hati, jangan sampai desa kita dijadikan ATM oleh media atau oleh wartawan.

Betul, tambah Asep, Desa limusgede tidak akan bisa memegang rahasia kalau kejadian seperti ini, untuk itu saya sebagai Kepala Desa Limusgede memohon kepada rekan rekan perangkat desa supaya jadi perhatian kedepannya, jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi.

"Untuk kemajuan Desa Limusgede, jangan sampai dokumen penting seperti RAB, SPJ didagangkan ke masyarakat, sehingga seperti ini kejadiannya.

Yu kita perlihatkan kebersamaan, jaga rahasiah desa, mari kita tertibkan tata cara untuk kemajuan desa, sehingga ada sedikit sedikit uang, mending kita pake dan dimanfaatkan oleh kita semua, jangan malah diberikan ke media atau ke wartawan.

Asep juga menambahkan, Saya merasa prihatin, perasaan saya selaku kepala desa kepada semua perangkat merasa sayang (deudeuh Red) tetapi kenyataannya yang di sayang sayang dan di deudeuh deudeuh ke semuanya malah seperti tidak sayang kepada saya selaku Kepala Desa kalau seperti ini, pungkasnya. (AS).

Post a Comment

0 Comments