Warga di Pangandaran Memilih Membuat Minyak Kelapa Tradisional, di Saat Harga Minyak Kemasan Sedang Mahal


 


Pangandaran LHI

Ditengah kelangkaan dan mahalnya harga minyak goreng di pasar tradisional dan minimarket membuat para ibu rumah tangga memutar otak untuk mencari bahkan bagaimana cara hemat memakai minyak goreng.

Dikarenakan kondisi ini, dan untuk memenuhi kebutuhan dapur, salah satu pasangan suami istri terinspirasi untuk membuat minyak kelapa dengan alat seadanya.

Pasangan suami istri bernama Toto (62) dan Unasih (52) yang merupakan warga Dusun Nagrog, RT 31, RW 14, Desa' Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, terinspirasi untuk membuat minyak kelapa di tengah tengah mahalnya minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan dapur.

"Selain sebagai pengganti minyak goreng kemasan untuk mencukupi kebutuhan dapur yang saat ini yang harganya melambung tinggi, minyak kelapa ini dibuat untuk memanfaatkan buah kelapa berukuran kecil yang disurtir oleh bandar atau tengkulak.

Disampaikan Toto, saya terinspirasi untuk membuat minyak kelapa di saat harga minyak kemasan sedang mahal, Selasa (29/3/2022).

"Selain untuk memenuhi kebutuhan dapur, kami memanfaatkan buah kelapa berukuran kecil untuk di olah menjadi minyak kelapa, kalau buah kelapa ukuran besar ya kita jual, karena harga nya lumayan mencapai 2.500 ribu perbutir, jelas Toto.

Kalau dulu, kata Toto lagi, pembuatan minyak kelapa ini menjadi tradisi turun temurun, hampir setiap rumah membuat minyak kelapa, seiring dengan mahalnya harga hasil bumi buah kelapa, sehingga tradisi pembuatan minyak kelapa kini bisa dikatakan punah, jelasnya lagi.

"Kalau beberapa puluh tahun kebelakan disaat menghadapi bulan suci Ramadhan, para ibu ibu disini kompak membuat membuat minyak kelapa, untuk memenuhi kebutuhan dapur selama bulan Ramadhan, pungkasnya. (AS)

 

Post a Comment

0 Comments