Proyek Milyaran Untuk Pembangunan Jembatan Pelabuhan Sanghingkalang Baru Selesai Dikerjakan Sudah Ambruk




Pangandaran LHI

Proyek Jembatan Pelabuhan Nelayan Sanghiangkalang, Pantai Batukaras Pangandaran kini menuai sorotan masyarakat, pasalnya jembatan yang baru seumur jagung stelah selesai dikerjakan, kini sudah ambruk, padahal proyek tersebut menyerap anggaran hingga milyaran rupiah.

Menurut informasi dari masyarakat di sekitar pekerjaan, proyek jembatan pelabuhan nelayan tersebut bersumber dari DAK Provinsi Jawabarat dan di kerjakan oleh PT Sinar Cemerlang, dengan anggaran 1.4 Milyar rupiah.

Seperti di yang sampaika Kusmawan, mantan pengurus Rukun Nelayan (RN) Desa Batukaras, bahwa adanya proyek jembatan dermaga nelayan tersebut kami selaku nelayan Batukaras sangat mengapresiasi, karena sesuai dengan konsep awal jelas akan menunjang pada usaha nelayan. Sabtu (26/ 3/2022).

"Namun sangat disayangkan, tambah Kusmawan, proyek jembatan dermaga nelayan tersebut belum sempat di manfaatkan sudah ambruk, dan ambruknya jembatan tersebut di duga akibat tidak matang pada perencanaan awalnya.

Jembatan dermaga nelayan Sanghiangkalang ini ambruk pada hari Kamis tanggal 24 Maret 2022 kemarin, saat itu memang ombaknya lagi pasang, namun kalau perencanaan dan pekerjaannyanya pas saya kira bangunan akan kuat, tambahnya.

"Awalnya saya pikir jembatan tersebut akan lurus ke tengah lebih dulu, sehingga nantinya bisa di gunakan untuk sandaran perahu nelayan, ya seperti di pelabuhan Bojongsalawe, kata Kusmawan sambil membandingkan dermaga Batukaras dengan dermaga Bojongsalawe.

Belum lagi teknis pekerjaan nya pun di duga asal asalan, selain tiang pancang yang kurang dalam juga terlalu jarang

Dijelaskan Kusmawan, bahwa kedalaman tiang pancang itu paling 2 meter, karena di diarea itu kan batu cada, dan jarak tiang pancang itu 4 meter dengan lebar jembatan 3 m, sehingga tidak kuat menahan beban berat tembok cor dan hantaman ombak. 

"Melihat kontruksi bangunan seperti itu, para nelayan pun sudah memprediksi bahwa bangunan ini tidak akan bertahan lama, meskipun saya bukan ahli kontruksi, kata Kusmawan.

Di jelaskan lagi Kusmawan, kalau kualitas redymix saya kira bagus, karena meskipun ambruk temboknya tidak patah, kalaupun ada pecah pecah itu kan akibat tekanan keras, pungkas Kusmawan.

Pada kesempatan yang sama salah satu petugas redymix dari perusahaan Prima Beton mengatakan, ambruknya bangunan jembatan pelabuhan nelayan Sanghiangkalang ini bukan di sebabkan oleh dampak kualitas redymix, namun ini diduga dampak akibat tidak kuatnya tiang pancang.

Saya tidak mau memberikan komentar lebih jauh, apakan ini akibat kurangnya matangnya perencanaan atau kurangnya pengawasan, saya tidak tahu, yang jelas jembatan ini kita pakai redymix ukuran FC 35, sehingga kalau ada dugaan kurang kuat nya coran jelah salah, karena redimix yang kita pakai kualitas bagus, tegasnya, kata sala satu petugas perusahaan redymix prima beton saat malakukan pengecekan di lokasi. (AS)*

 

 

Post a Comment

0 Comments