Kadisdikbud Lampung Utara Akan Turunkan Tim Terkait Dugaan Penyalahgunaan Penggunaan Dana BOS di SDN 02 Aji Kagungan


Lampung Utara,LHI

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Utara, akan turunkan Tim, Rabu 03/03/2022.Hal itu dijelaskan Mat Soleh Kadis Pendidikan melalui pesan WhatsApp nya.

Terkait dugaan adanya penyalahgunaan wewenang serta tindakan memperkaya diri sendiri,  dalam penggunaan dana bantuan operasional sekolah (Bos) tahun 2020 lalu, yang dilakukan oleh pihak SD Negeri 02 Aji Kagungan Kecamatan Abung Kunang.

Seperti contohnya saja, pada tahun 2020 lalu, ditemukan beberapa item kegiatanyang tidak dilaksanakan sesuai dengan laporan penggunaan dana Bos tersebut.

Dari data yang dihimpun oleh awak media, pada triwulan pertama SD Negeri 02 Aji Kagungan telah mendapatkan dana Bos sebesar Rp 18. 900.000.

Dengan rincian pengeluaran diantaranya, pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan sebesar Rp 1. 455.000

Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah sebesar Rp 5. 100. 000, serta pembayaran honor Rp 4. 800. 000

Sementara pada triwulan kedua SD Negeri 02 Aji Kagungan tersebut, mencairkan dana Bos sebesar Rp 25. 200. 000.

Diantara alokasi dana Bos itu seperti, pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah sebesar Rp 5. 486. 000 dan pembayaran honor Rp 8. 000. 000

Sedangkan pada triwulan ketiga, jumlah dana Bos yang diterima Rp 17. 280. 000, yang digunakan berdasarkan laporan pihak sekolah, seperti halnya, kegiatan asesmen evaluasi pembelajaran sebesar Rp 4. 500. 000 serta pembayaran honor Rp 7. 200. 000.

Dari laporan itu pula, terdapat pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah, namun faktanya perawatan ringan sekolah, disinyalir tidak dilaksanakan.

Hal itu dilihat dari beberapa kaca jendela sekolah yang pecah tidak mengalami perbaikan, bahkan cat tembok sekolah nampak kusam.

Yusdiana selaku Bendahara SD Negeri 02 Aji Kagungan, Selasa 02/03/2022. Ketika ditemui, dirinya tidak tahu menahu tentang alokasi dana Bos, untuk lebih jelasnya silahkan temui Kepala Sekolah (Kepsek) harapnya.

Sementara itu, Kartini sebagai Kepsek, terkesan mengelak untuk memberikan hak jawabnya pada awak media  "Maaf hp saya tidak bisa ditelpon," tulisnya di pesan WhatsApp.

Hingga berita ini dilangsir kembali, Kepsek tersebut, memilih bungkam untuk memberikan penjelasan terkait penggunaan dana Bos tahun 2020 lalu.(NOP)***

 

 

Post a Comment

0 Comments