Dibalik Kades Mekarsari Dituntut Mundur, Ada Nama Seorang Oknum Anggota DPRD Disebut Sebut



 

Pangandaran LHI

Berawal mula dari adanya sejumlah warga Desa Mekarsari, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran  yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Desa Mekarsari yang melakukan aksi unjuk rasa di aula desa untuk menuntut kepala desa setempat mundur dari jabatannya, pada hari Selasa 15 Maret 2022 kemarin, membuat kades angkat bicara.

Kedatangan warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Desa Mekarsari meminta R selaku kepala desa untuk mundur dari jabatannya dengan alasan selama ini R sudah membuat resah dengan melanggar kode etik dan tidak mampu  untuk menunjukan kepribadian sebagaimana layaknya pemimpin. Rabu (16/3/2022)

Saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, R menyanggupi dan akan memberikan jawaban dalam kurun waktu selama tiga hari kedepan. R juga menjelaskan, bahwa persoalan yang saya alami bukan persoalan urusan pemerintahan, namun persoalan rumah tangga saya yang selama ini memang sudah tidak bisa diperbaiki.

“Bahkan pelayanan saya selaku Kepala Desa terhadap publik dinomorsatukan, namun apabila masyarakat sudah tidak ingin saya memimpin pemerintahan di desa, apa boleh buat, “tegas R

Dia menjelaskan, hancurnya rumah tangga saya, dikarenakan ada orang pihak ketiga yang sengaja ingin dekat dengan istri saya, kata R.

Bahkan setelahnya saya mendapatkan bukti berupa chattingan What'sApp saya sempat mendatangi laki-lakinya yang merupakan salah satu oknum anggota DPRD.

"Asalnya saya tidak percaya kalau dia melakukan seperti itu kepada istri saya, karena bukan kenal sebentar, bahkan waktu itu saya dan istri sangat mendorong agar dia menang dalam kontestasi pemilihan legislatif, jelasnya.

Bayangin saja, kata R, sangat tidak pantas menurut saya kalau seorang anggota DPRD melakukan chattingan dengan istri yang sudah bersuami dengan kata kata yang tidak pantas, terlebih ini kan istri seorang kepala desa, yang merupakan desa binaannya. 

Sejak kejadian itu saya memutuskan untuk berpisah dan saya menikah lagi, bahkan hingga saat ini saya dan istri baru saya baru nikah siri, karena masih menunggu akta cerai.

Namun demikian, saya sangat menghargai tuntutan warga, hanya perlu saya tegaskan, ini masalah pribadi dan tidak menyangkut dengan pekerjaan. (AS)*

 

 

 

 

Post a Comment

0 Comments