Proyek Tersier di Desa Patimuan Dapat Kritikan Masyarakat, Ini Alasan Pemborong


 

Cilacap, LHI

Salah seorang aktivis, yang juga merupakan warga kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, memprotes pekerjaan JITUT PN4 Kedungbunder yang berlokasi di Desa Patimuan, Kecamatan Patimuan.

Kepada LHI, Muhamad Sanusi Aktivis asal kecamatan Patimuan dan juga selagi warga masyarakat, menyatakan pekerjaan tersebut terkesan asal asalan, padahal proyek tersebut di biayai dari anggaran pemerintah yang dibayarkan dari pajak yang di bayarkan masyarakat, dengan jumlah anggaran Rp 195.611.000. Rabu (15/12/2021).

Sanusi mengatakan, saya pernah turun kelokasi pekerjaan untuk melakukan sosial kontrol, di situ terdapat dugaan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, pasalnya dari diliat dari material batu menggunakan batu yang tidak berkualitas, yang sengaja di beli dari daerah Jawa barat, "Padahal di kita juga ada batu Cihuni yang kualitasnya jauh lebih bagus, tambah Sanusi.

Selain itu juga, masih kata Sanusi, dilihat thknik pengerjaannyapun terkesan asal asalan, seperti pondasi, tambahanya."Kami selaku warga Kecamatan Patimuan berharap semua kegiatan pembangunan yang ada di kecamatan Patimuan berjalan sesuai harapan kita semua, jangan sampai nantinya tidak bermanfaat dan terkesan buang buang anggaran, pungkas Sanusi.

Saat di konfirmasi pihak perusahaan mengatakan, persoalan spek seperti ini bukan permasalah saat ini saja, seperti kita ketahui persoalan bebatuan, jadi waktu itu pihak konsultan sudah menyampaikan bahan mateial jenis batu untuk pekerjaan tersier, waktu itu mereka memberikan toleransi untuk menggunakan batu pasang dari wilayah terdekat, dalam hal ini batu Cipicung, karena untuk tersier itu tidak mengandung beban berat di atasnya, jelasnya.

Memang ada yang tidak di perbolehkan yaitu batu cadas, tambah dia, karena cadah itu berbeda, cadas itu adalah sebuah tanah liat yang membeku, tetapi ketika terkena panas matahari lalu terkena huja itu akan piyur, jadi gak boleh, paparnya.

"Sementara untuk jenis batu Cipicung, itu ada teloransi disitu, dan itu menurut konsultan waktu itu, namun ada catatan disitu, pasangan batu itu harus memakai komposisi adukan yang sesuai dalam aturan teknis.

Selanjutnya pasangan tersier, pasangan batunya tidak boleh terbuka, harus di tutup adukan plester lalu di Aci dengan posisi adukan yang sudah di atur oleh teknis perencana, tegas dia.

Makanya hampir semua kontraktor khusus yang ada di wilayah Kecamatan Patimuan menggunakan batu Cipicung Jawa barat, namun untuk wilayah Gandrung ke sana menggunakan batu cihuni, karena jaraknya lebih dekat, tambahnya.

Ia juga mengatakan, penggunaan batu Cipicung juga bukan diijinkan, tetapi disana ada toleransi, toleransi tersebut dengan catatannya komposisi adukanny benar benar menggunakan pasir yang tidak mengandung tanah dan tidak mengandung air garam, maka pasir yang kita pakai pasir cikalong, jelas dia.

"Maka dari itu,  saya sangat setuju apa bila ada yang peduli atau mau mengkritisi untuk perbaikan, namun jangan terlalu memojokan pihak pemborong, silahkan kritik yang mempunyai kebijakan, pungkasnya.(AS)*

 

 

Post a Comment

0 Comments