Perusahaan Besar Maupun Perusahaan Berbentuk PT Yang Menggarap Hasil Bumi Dan Hasil Hutan Harus Ikut Serta Dalam Membangun Daerah

Meranti LHI

Kabupaten Kepulauan Meranti punya potensi dibidang penghasilan baik hasil bumi maupun hasil hutan yang digarap oleh perusahaan-perusahaan besar maupun PT serta Koperasi- Koperasi yang ada di Selatpanjang termasuk juga PT pelayaran serta kilang-kilang yang mengolah hasil pertanian perkebunan dan perusahaan galang kapal dan lain-lain. Semuanya berada di Kabupaten Kepulauan Meranti, inilah yang harus menjadi kerja sama dengan pemerintah daerah sebagai mitra di Kabupaten Kepulauan Meranti Kabupaten termuda di Riau.

Hasil pantauan LHI di Selatpanjang Meranti mengatakan kepada LHI sebenarnya di Meranti banyak pengusaha-pengusaha berhasil sewaktu tinggal di Selatpanjang, menjadi pengusaha besar, setelah berhasil sudah tidak tinggal lagi di selatpanjang ada yang tinggal di Provinsi Riau, Pekanbaru dan ada juga di Provinsi Kepulauan Riau, Batam dan juga di Singapura Luar Negeri.

Sesepuh tua mengatakan “ Seperti habis manis sepah dibuang “  begitulah nasib daerah yang di tinggalkan, tetap seperti yang dulu. Dengan adanya sekilas masukan dan seklumit pandangan melalui tulisan ini, supaya petinggi-petinggi di Kabupaten Kepualuan Meranti dan Provinsi Riau, serta wakil rakyat harus jeli terhadap daerah-daerah penghasil supaya pembangunan daerah bisa seimbang dengan penghasilan yang digarap oleh perusahaan-perusahaan yang ada di daerah.

Daerah memang mendapat pembagian hasil dari pemerintah pusat, kawasan perusahaan yang mengolah hasil minyak bumi dan mengolah hasil hutan kayu alam dan kayu bakau di Kabupaten Kepulauan Meranti dan arang bakau pun di perdagangakan sampai keluar negeri. Sarana jalan-jalan di pulau-pulau desa tertinggal seperti Pulau Rangsang, Pulau Merbau, dan Pulau Tebing Tinggi Barat. Abrasi tebing pantai pesisir membuat tebing pulau-pulau tersebut runtuhnya sangat parah, sampai mmebuat rumah-rumah warga dan kebun karet masyarakat sudah berjatuhan ke laut.

Pulau-pulau terluar tersebut adalah pulau terluar di Meranti berhadapan langsung dengan Selat Malaka Malaysia dan Singapura, ini pulau-pulau terluar adalah tanggung jawab pemerintah pusat, Gubernur Riau sebagai perpanjangan tangan pusat serta wakil rakyat harus memperjuangkan pulau-pulau terluar Kabupaten Meranti. (RAMLI ISHAK)

Post a Comment

0 Comments