Diduga Kurang Adanya Sosialisasi, Pembangunan Waduk Jragung Menuai Keresahan Warga


Kab.Semarang, - LHI

Kurangnya sosialisasi kepada warga terdampak atas pembangunan proyek Bendungan Waduk Jragung di Dusun Kedungglatik, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang membuat nasib warga semakin tidak jelas.

Tarman, salah satu warga dari sekian banyak warga Dusun Kedungglatik yang menyatakan tak pernah ada sosialisasi sebelumnya terkait pembangunan Waduk Jragung, saat di temui awak media Lintas Hukum Indonesia (LHI) mengatakan tidak adanya sosialisasi secara jelas dari pihak terkait adanya pembangunan waduk Jragungami meminta kejelasan terkait relokasi

"Kami adalah rakyat kecil dan kami taat dan patuh pada aturan.Terkait di desa kami yang akan di bangun waduk yang cukup besar, kami juga merasa senang. Tapi yang kami pertanyakan bagaimana dengan nasib kami?, relokasi untuk kami juga belum jelas apa lagi ganti rugi yang lain, seperti rumah yang kami tempati atau ratusan pohon pisang yang sudah di tumbangkan oleh alat - berat milik PT," jelas Tarman saat dimintai keterangan LHI dirumahnya, Dusun Kedungglatik, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus Kab. Semarang, Selasa (12/10/2021).


Senada dengan Tarman, Suyatman (56) warga Kedungjati mengungkapkan, dengan mulai dibangunnya waduk Jragung malah semakin membuat warga kesulitan beraktifitas. "Baru-baru ini desa kami serasa diisolasi, namun bukan isolasi karena pandemi Covid, tapi dikarenakan aktifitas pekerjaan proyek yang dilaksanakan menutup akses jalan masuk keluar kampung," tutur Yatman.

Adapun penutupan akses jalan yang sangat meresahkan warga ini, menurut Yatman sudah berjalan sekitar 2 minggu, dan pelaksana proyek melarang orang luar masuk lewat area proyek, begitu pula dengan warga sekitar tidak bisa keluar karena jalan tertutup."Sedangkan mata pencaharian masyarakat disini rata-rata bercocok tanam dan berdagang, kalau akses jalan ditutup dan juga lahan yang kami kerjakan juga diminta, lantas bagaimana dengan nasib kami," ungkapnya.

Sementara ditempat terpisah, Kepala Desa Candirejo, Haryoto saat di temui awak media mengatakan, relokasi untuk warga sampai saat ini belum jelas di karenakan ijin lahan proyek  belum keluar.

"Saya menghimbau kepada warga untuk bisa bersabar, saya juga sudah memperjuangkan walau belum membuahkan hasil dan sambil menunggu hasil relokasi, saya meminta pihak pelaksana proyek (PT) untuk memperkerjakan warga terdampak pembangunan waduk Jragung ini," jelas Hartyoto. (PURNOMO)***

 

Post a Comment

0 Comments