Bupati Pangandaran Hadiri Rapat Paripurna Penetapan Kesepakatan Rancangan KUA Dan PPAS Tahun Anggaran 2022


Pangandaran LHI

Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata hadiri Penandatanganan Nota Kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Pangleseran dengan DPRD Kabupaten Pangandaran tentang Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas serta Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kabupaten pangandaran tahun anggaran 2022 yang dilaksanakan di ruang Paripurna DPRD Kabupaten Pangandaran, Senin (6/9/2021)

Melalui sambutannya.Bupati Pangandaran menyampaikan Alhamdulillah pada kesempatan yang baik ini kita telah menyelesaikan salah satu tahapan dalam proses penyusunan rancangan APBD tahun 2022 yaitu, kesepakatan terhadap kebijakan umum APBD dan prioritas plafon anggaran sementara yang nantinya akan dijadikan pedoman dalam penyusunan APBD tahun anggaran 2022.

Bupati Jeje juga mengungkapkan terima kasih dan apresiasi kepada pimpinan dan Anggota DPRD serta unsur TAPD dan SKPD atas curahan waktu, tenaga dan pikirannya selama proses penerimaan, penelaahan, serta pembahasan hingga rapat paripurna penetepan kesepakatan saat ini.

"Agenda tahapan awal penyusunan APBD tahun anggaran 2022 ini kita lalui di tengah suasana yang masih terdampak covid-19, namun di sisi lain pelonggaran PPKM pada akhir pekan kemarin menunjukan geliat aktivitas masyarakat dan antusiasme kunjungan wisata yang semakin membaik, tentu hal ini menjadi dasar untuk terus menumbuhkan kepercayaan diri sekaligus memupuk harapan bahwa kondisi tahun 2022 mendatang akan lebih baik keadaannya.

"Kita menyadari banyak hal tertunda yang terjadi hampir selama dua tahun ini, penurunan pendapatan daerah yang terjadi karena kebijakan PSBB serta PPKM dan penutupan objek wisata tidak bisa kita hindari dan sangat berdampak pada kemampuan anggaran kita.

Bupati Jeje menambahkan, penundaan dan pembatasan pelaksanaan program kegiatan sebagai akibat dari kebijakan refocusing sangat terasa dampaknya pada proses pembangunan sekaligus terhadap perekonomian masyarakat kabupaten Pangandaran secara menyeluruh, namun keadaan tersebut tidak akan pulih dengan sendirinya, kita yang dipilih untuk mampu melihat, mempersiapkan dan kemudian mengambil langkah langkah yang diyakini mampu untuk melihat, mempersiapkan dan kemudian mengambil langkah langkah yang diyakini mampu untuk menghadapi dan melewati keadaan tersebut.

"Dengan keilmuan, kewenangan dan ketawakalan, kita harus mampu mengambil tanggung jawab untuk terus melakukan upaya upaya perbaikan yang di perlukan, karena sesungguhnya Alloh tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.

"Sentuhan kebijakan anggaran pada penanganan covid-19, pemulihan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, aktivasi kegiatan keagamaan, perbaikan layanan, kesehatan dan insfratuktur pembangunan adalah upaya kita untuk kembali bangkit dan memperbaiki keadaan kita yang tertunda. "Banyak hal yang harus kita kejar dan kita lakukan sehingga besar pula kebutuhan belanja anggaran kita pada tahun 2022.

Namun di sisi lain kita telah di didik oleh pengalaman pahit dua tahun terakhir ini, penurunan sumber pendapatan daerah menyebabkan keterbatasan kemampuan anggaran dalam mendanai kebutuhan belanja daerah, sehingga kita dituntut semakin cerdas, semakin inovatif, sekaligus waspada dan hati-hati serta tanggap mengelola keadaan.

Dengan kebersamaan seluruh elemen masyarakat, kolaborasi seluruh stakeholder dan upaya seluruh SKPD serta terus bertawakal kepada Alloh SWT, kita yakin dan optimis bahwa kebijakan umum anggaran dan PPAS tahun 2022 akan mampu kita wujudkan secara realistis, paparnya. "Tahapan selanjutnya dari penyusunan APBD tahun 2022 adalah penyampaian rancangan APBD dan nota keuangan, tentu apa yang akan kami sampaikan sangat baik untuk kita telaah bersama.

Kita tentu mengharapkan bahwa RAPBD tahun 2022 adalah angka yang efektif untuk memenuhi pencapaian RPJMD yang kita tetapkan dan selaras dengan kebijakan pembangunan nasional dan tingkat provinsi sekaligus di harapkan mampu menjawab kebutuhan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat kabupaten Pangandaran.

Untuk itu mari kita lakukan penelaahan bersama dengan epektip, taat azas dan tepat waktu, pungkasnya. (AS)*

 

 

Post a Comment

0 Comments