Demi Raih Untung Besar, Pengusaha Ternak Babi di Menggala Tak Taati Aturan , dan Resahkan Warga


Tuba,LHI

Terkait kandang babi tak berizin yang menyebabkan warga Kampung Menggala mengeluh lantaran aroma tak sedap yang  tercium hingga radius ratusan meter mendapat tanggapan dari aparat setempat. Tanggapan tersebut disampaikan setelah mencuatnya pemberitaan baru-baru ini tentang peternakan babi yang dinilai meresahkan warga tersebut.

Sekretaris Badan Permusyawatan Kampung (BPK) Kampung Menggala Kecamatan Menggala Timur Kabupaten Tulang Bawang, Junaidi AR mengatakan, mewakili pemerintah setempat pihaknya telah memberikan teguran keras terhadap pelaku usaha nakal tersebut.

"Ya, kami sudah beri teguran kepada pemilik peternakan babi tersebut, setau kami  memang peternakan itu belum mengantongi izin dari pemerintah daerah maupun dari pihak kampung setempat," kata Junaidi saat di temui wartawan, Rabu (2/06/21).

Dari hal tersebut, Junaidi menyayangkan atas adanya ulah pengusaha nakal yang terkesan tak taat aturan hingga memicu polemik di masyarakat."Memang benar, semestinya sebelum kandang itu berdiri atau beroperasi terlebih dahulu memang sebaiknya diadakan musyawarah dengan para tokoh dan aparat setempat serta melengkapi izin dan lain sebagainya, sebab mengingat jarak kandang yang berada di tengah pemukiman tentu akan ada dampaknya," imbuhnya.


Dari hal tersebut, Junaidi berharap kepada kepada dinas terkait seperti dinas peternakan dan lingkungan hidup agar dapat mengambil suatu tindakan dan memberikan sangsi kepada oknum pelaku usaha sesuai dengan aturan dan perundangan yang berlaku.

"Diharapkan kepada pihak terkait dalam waktu dekat untuk mengambil suatu tindakan tegas guna mengentaskan permasalahan ini,"kata Junaidi.

Tak hanya itu, Junaidi menambahkan, saat ia menemui WG pemilik peternakan guna melakukan konfirmasi terkait perizinan, WG beralasan jika saat ini peternakan tersebut masih dalam masa uji coba sehingga perizinan sengaja belum dibuatkan.

"Setelah saya temui pemilik peternakan tersebut, ia beralasan jika peternakan itu memang sengaja belum dibuatkan izin karena masih dalam tahap uji coba jika berhasil maka akan dibuatkan izin, dan terkait jumlah dan awal berdiri, WG mengaku saat ini telah berjumlah kisaran 50 ekor babi dan telah berlangsung selama satu tahun enam bulan,"ucap Junaidi menirukan bahasa WG. (TIM)

 

Post a Comment

0 Comments