Korban Tragedi Pembacokan di Pasar Wisata Mendapat Perhatian Serius Dari Pemkab Pangandaran


Pangandaran LHI

Lima korban pembacokan pada tragedi di Pasar Wisata (PW) yang dilakukan Karin (52) Pelaku pembacokan dan pembakaran warung menjadi perhatian Pemkab Pangandaran.

Usai melakukan aksi brutalnya Karim berhasil dilumpuhkan pihak kepolisian, di anggap membahayakan warga dan petugas, akhirnya pelaku diganjar timah panas dan tewas di tempat kejadian.

Warga yang terdampak amukan Karim di antaranya, Dewi Yasmin (36) Putri Yasmin (5), Nurohmah alias Nunung (36), Bintang alias Dacu (16) dan Ryan Destiansyah (21).Kepala Dinas Kesehatan Yani Achmad Marzuki mengatakan, dari kelima korban tragedi Pasar Wisata, Putri Yasmin harus harus dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

"Seluruh biaya berobat Putri Yasmin akan ditanggung oleh Pemerintah Daerah karena ada beberapa yang tidak masuk pada tanggungan jaminan kesehatan di RSHS," kata Yani.

Sedangkan untuk empat korban tragedi Pasar Wisata lainnya Dewi Yasmin (36), Nurohmah alias Nunung (36), Bintang alias Dacu (16) dan Ryan Destiansyah (21) masih bisa tertangani di RSUD Pandega Pangandaran."Putri Yasmin merupakan putri dari Yusuf Nurdin warga Dusun Parigi RT 01/02 Desa/Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat," tambah Yani.

Yani menjelaskan, Pemerintah Daerah sudah mengurus seluruh persyaratan administrasi yang diperlukan. "Putri Yasmin harus menjalani operasi bedah mulut dan operasi plastik. Luka yang dialami cukup mengerikan, bagian mulutnya robek hingga ke bagian rahang," jelasnya.

Diduga Putri Yasmin bukan sekali dianiaya pelaku di bagian mulut, karena lukanya tercabik-cabik. "Rahang Putri Yasmin itu putus, giginya copot, tapi terlepas dengan penyangganya, karena rahangnya patah," terang Yani.

Tidak hanya itu, Putri Yasmin juga lengannya mengalami luka tebas dan nyaris putus."Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Kabupaten Pangandaran untuk kesembuhan Dewi Yasmin dan semoga tindakan medis berjalan lancar," pungkas Kepala Dinkes Pemkab Pangandaran (AS)*

 

 

Post a Comment

0 Comments