Redi Mulyadi Mengutuk dan Mengecam Keras Peristiwa Bom Bunuh Diri di Depan Gereja Katedral Makassar


Kota Tasikmalaya, LHI

Pemerhati media social yang juga Direktur Utama PT LINTAS PENA MEDIA Group Redi Mulyadi mengaku prihatin dan mengecam keras tindakan pemboman Gereja Katedral Makassar Sulawesi Selatan, Minggu (28/03) saat umat Katolik tengah melaksanakan ibadah Kebaktian. Apalagi terjadi di hari Nisfu Shaban menjelang bulan suci Ramadhan 1442 H. Peristiwa bom bunuh diri tersebut sangat mengejutkan rakyat Indonesia yang mendambakan keamanan dan kedamaian.

“ Peristiwa bom bunuh diri atau  pemboman Gereja Katedral di Kota Makassar merupakan tindakan di luar batas kemanusiaan. Termasuk dengan tindakan bom bunuh diri dengan mengatasnamakan perjuangan agama, adalah pemikiran yang sesat dan bertentangan dengan ajaran agama manapun,”ungkapnya

              Apalagi dalam agama Islam, lanjut Redi Mulyadi, perilaku itu diharamkan untuk melakukan perbuatan mencelakakan diri sendiri dan rasa berputus asa dengan membunuh diri sendiri memakai bom. Oleh karena itu, dia mengecam dan mengutuk keras .Kejadian tersebut tentu sangat mengejutkan rakyat Indonesia yang mendambakan keamanan dan kedamaian.

Selain itu,   saya mengimbau kepada semua pihak, dari mulai masyarakat, pemuka agama dan adat, serta organisasi kemasyarakatan untuk tetap menjaga kohesivitas, solidaritas dan persatuan nasional dalam menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia. 

Pemimpin Redaksi TABLOID LINTAS PENA ini pun mengapresiasi kinerja cepat Kepolisian dalam menormalosasi tempat kejadian perkara, dan mengumumkan hasil investigasi awal beberapa jam, setelah peristiwa tersebut.  "Kami juga dalam hal ini,  mengapresiasi kinerja POLRI yang sigap dan cepat menormalisasi tempat kejadian perkara serta mengumumkan hasil investigasi awal beberapa jam setelah peristiwa," tambahnya 

Demikian pula, lanjut Redi Mulyadi,Hendaknya pihak kepolisian segera mengungkap dalang dan motif di balik peristiwa pengemboman gereja Katedral Makassar demi menjaga ketenangan dan kenyamanan masyarakat  “Sampai kapanpun seluruh rakyat Indonesia harus tetap waspada, karena kejadian seperti ini tidak pernah dapat dideteksi atau datang tiba-tiba.Untuk itu, yang diharapkan adalah kewaspadaan seluruh pihak terutama pihak keamanan serta kesadaran para pelaku untuk tidak pernah berniat berbuat hal-hal yang mencelakakan diri sendiri apalagi orang lain yang tidak pernah tahu apa salah maupun dosanya.”pungkasnya.(LUKMAN NUGRAHA)***

 

Post a Comment

0 Comments