Audensi Paguyuban Ingsuning Baraya Sunda Datangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Tasikmalaya


Kab.Tasik LHI.

39 orang masa paguyuban Ingsuning Baraya Sunda (IBS), dari perwakilan seluruh kecamatan se-Kabupaten datangi Dinas pendidikan dan kebudayaan, Khususnya bidang kebudayaan yang bermaksud untuk beraudensi membahas permasalahan pelestarian kebudayaan  dari kepunahannya, Rabu 03/02/2021.

Pembahasan auden tersebut adalah,Pemerintah harus lebih memperhatikan, mengangkat dan melestarikan kebudayaan, Khususnya budaya Sunda agar lebih berbudaya  membudaya lagi dimata Nasional dan Internasional.

Masyarakat Sunda yang ada di kabupaten Tasikmalaya yang terbentuk dalam Paguyuban Ingsuning Baraya Sunda (IBS) disinyalir merasa tidak diperhatikan, mengingat sebagian masyarakat kabupaten Tasikmalaya banyak memiliki kelebihan yang terpendam dalam senibudaya. 

Kalau kita lihat dengan seksama Seniwan dan seniwati Kabupaten Tasikmalaya sangat antusias sekali untuk mengangkat budaya apapun bidang itu bidangnya.

Orang yang punya berjiwa seni dan budaya ikut bergabung dengan Paguyuban Ingsuning Baraya Sunda (IBS) untuk menyampaikan aspirasinya demi kemajuan Budaya Khususnya yang tergabung Baraya sunda dan berjiwa besar untuk menjunjung juga memegang teguh NKRI.

Audien tersebut dihadiri langsung oleh ketua dan sekretaris umum Ingsuning Baraya Sunda (IBS) serta anggota. IBS penggiat budaya yang bermartabat Sunda ngahiji berbakti untuk membudayakan Sunda yang ada di tiap Desa.

Saat di konfirmasi ketua IBS H.Galih, S.kom mengatakan, " Paguyuban Ingsuning Baraya Sunda IBS tersebut hanya menjembatani suara mereka yang kental dengan jiwa budayanya, kepada budayawan dan budayawati yang mempunyai kelebihan jiwa berbudaya, sedikitnya dirinya merasa tidak diperhatikan oleh ke Dinas dan pemerintah padahal, budaya tersebut harus di lestarikan dan diperhatikan umumnya untuk semua budaya yang ada di Indonesia, katanya.

Dirinya juga mengungkapkan, "bahwa selama ini..setiap mengadakan kegiatan, Paguyuban Ingsuning Baraya Sunda (IBS) tersebut, semua anggota ikut berpartisipasi menggalang dana sendiri-sendiri seperti, menjual hasil cocok tanam, yang kebetulan beberapa anggota tersebut mempunyai sedikit lahan yang mereka manfaatkan demi kemajuan Paguyuban, ungkapnya.

Dari hasil auden tersebut Dinas Pendidikan dan kebudayaan khususnya Bidang kebudayaan, PLT Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs.Dindin di dampingi kasie menanggapi, "dirinya sangat mengapresiasi dan juga menanggapi aksi auden tersebut, tanggapnya.Sekretaris juga mengatakan, Insya Alloh apa yang di sampaikan mereka kepada Dinas akan kami pikirkan dan diskusikan. Dirinya juga menghimbau kepada ketua paguyuban menertibkan anggotanya dan harus mengedepankan protokol Kesehatan, tuntasnya.*(HARDITO).

 

Post a Comment

0 Comments