KPK Dalami Pilkada Banjar 2013 Dan Proyek PUPR Mulai 2008, Ini Hasil Riksa Budi Dan Mulyono

Jakarta, LHI,- KPK kembali telah memeriksa dua orang saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi (TPK) pengerjaan prpyek Dinas PUPR Tahun angaran 2012-2017. Selain itu KPK memeriksa satu saksi terkait dengan pilkada Kota Banjar Tahun 2013. Penyidikan dilakukan di Gedung Merah Putih Jalan Kuningan Persada Kav. 4 Setia budi Jakarta Selatan, Selasa (24/11/2020).


Jubir KPK Ali Fikri menerangkan bahwa kedua saksi yang telah diperiksa oleh KPK adalah Mulyona dan Budi Soetrisno.


Mulyona merupakan mantan Kepala Bidang SDA Tahun 2008 hingga 2010 di Dinas PUPR Kota Banjar. Secara otomatis menambah daftar panjang dugaan TPK di tubuh Pemerintahan Kota Banjar Jawa Barat sejak kepemimpinan Walikota Banjar dr. H. Herman Soetrisno hingga kini istrinya Hj. Ade Uu Sukaesih memimpin Pemkot Banjar dua periode berjalan. 


KPK mengkonfirmasi dari hasil penyidikan saksi Mulyono Kabid SDA PUPR Banjar Tahun 2008-2010 terkait dengan proyek pekerjaan yang dilaksanakan oleh Dinas PUPR Kota Banjar.


Jubir KPK Ali Fikri menerangkan, dari hasil pemeriksaan saksi Budi Soetrisno dari Partai Demokrat Kota Banjar bahwa pihaknya mengkonfirmasi terakit adanya pembentukan tim gabungan untuk pemenangan paslon Cawalkota dan Wawalkot Banjar Hj. Ade Uu Sukaesih dan drg. Damadji Prawirasetia pada pilkada Kota Banjar Tahun 2013. 


Dugaan kasus tipikor di Kota Banjar bukan hanya terfokus pada kaitan proyek Dinas PUPR Kota Banjar Tahun Anggaran 2008-2017 akan tetapi kini KPK terus disibukan dengan melakukan pemanggilan saksi terkait perusahaan - perusahaan keluarga Walikota Banjar, Pilkada Banjar Tahun 2013 dan terkait dugaan penerimaan lainnya termasuk izin pendirian tower. 


Hingga berita ini diturunkan, Jubir KPK Ali Fikri menegaskan bahwa pada saatnya nanti pasti KPK akan mengumunkan secara resmi siapa saja nama-nama Tersangka kaitan dugaan TPK di Pemkot Banjar. 


"Kami memahami masyarakat Banjar, KPK sedang terus bekerja secara profesional dan sesuai proses hukum yang berlaku. Pada saatnya nanti pasti KPK akan mengumumkan nama-nama TSK, mohon bersabar!". Tutup Ali Fikri. (E 14 Y)

Post a Comment

0 Comments