Bandung, LHI,- KPK terus bekerja konsisten dan profesional dalam mendalami penanganan dugaan tindak pidana korupsi di tubuh Pemerintahan Kota Banjar. KPK tengah melakukan penyidikan kepada tiga saksi di Aula Kantor Perwalilan BPKP Provinsi Jawa Barat Jalan H. Amir machmud 50 Cempaka Kecamatan Andir Kota Bandung, Kamis (11/11/2020).


KPK membuktikan kinerjanya penanganan Kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) terkait pengerjaan proyek infrastruktur Dinas PUPR Kota Banjar terfokus pada Tahun Anggaran 2012 hingga 2017. 


KPK kini sedang melakukan penyidikan terhadap saksi Hj. Ade Uu Sukaesih selaku Walikota Banjar 2013-2023 yang merupakan istri dari Walikota Banjar dua periode sebelumnya yakni dr. Herman Sutrisno. Ade Uu Sukaesih untuk kesekian kalinya dipanggil KPK sebagai saksi.


Pemerintah Kota Banjar selama berdiri hingga kini masih dipimpinya. Istilah politik Dinasti secara otomatis melekat pada nama dr. Herman Sutrisno dan Hj. Ade Uu Sukaesih dibawah naungan Partai Golkar Kota Banjar.


Guna pendalaman dan penyidikan kini KPK juga menyeret saksi baru bernama H. Endang Pandi yang pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Pengairan di Dinas PUPR Kota Banjar.


Saksi ketiga yang kini diperiksa KPK adalah Enang Supyana sebagai Direktur PT. Harisma Bakti Utama divisi operasional BPD Jawa Barat dan Banten, Tbk atau pegawai yang ditunjuk divisi operasional. 


Hingga berita ini diturunkan, Jubir KPK Ali Fikri belum memberikan hasil dari pemeriksaan ketiga saksi tersebut. 


Sebagaimana Ali Fikri terangkan dalam berita penyidikan para saksi sebelumnya, bahwa KPK pasti akan menyampaikan kepada publik nama-nama Tersangka pada waktunya nanti sesuai proses hukum yang berlaku. 


Jubir KPK Ali Fikri memahami kegelisahan masyarakat Banjar menanti informasi penetapan tersangka. Dirinya menegaskan bahwa KPK akan dan terus bekerja profesional dalam pengusutan tuntas kasus - kasus korupsi di seluruh tanah air, bukan hanya Kota Banjar saja. (E 14 Y)