Irwansyah Wakil Ketua Lembaga Ikatan Pencinta Kedaulatan Rakyat (IPKR) Menanggapi Berita Online di Media Lintas Hukum Indonesia Yang Berjudul “Kuat Dugaan Proyek Puskesmas Teluk Belitung Bodong Alias Palsu”

 


Meranti LHI

Irwan mengatakan kepada LHI kami dari lembaga ikatan pecinta kedaulatan rakyat sangat berterima kasih kepada direktur utama Redi Mulyadi serta jajarannya di media Lintas Hukum Indonesia. Mengungkap fakta, kebenaran, tepat dan akurat sesuai dengan temanya.

Memang benar dalam pembangunan puskesmas Teluk Belitung Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau menjadi polemik atas dugaan dokumen lelang bodong alias palsu, sangat menjadi buah bibir dimasyarakat sampai diwarung kopi. Serta bertubi-tubi di ekspos di media online di Meranti maupun di Pekanbaru Riau seperti bola api liar merambah ke pelosok nusantara.

Petinggi daerah melalui Sekda harus bertanggung jawab atas dugaan dokumen palsu atau bodong yang dilakukan oleh PT. Kalber Reksa Abadi. Tim lelang dari pemda yang menangani proyek tersebut harus di periksa karena ini proyek puskesmas Teluk Belitung merupakan proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk kepentingan rakyat.

Beredar berita-berita di online pemda meranti akan tuntut perusahaan pemenang lelang katanya melalui Sekda Meranti, melempar lagi ke bagian hukum seperti menggiring bola panas menurut sumber yang layak dipercaya.

Hasil pantauan LHI kepada sumber yang layak dipercaya yang ikut dalam lelang proyek pembangunan puskesmas Teluk Belitung mengatakan yang menang yang dapat mengerjakan  proyek tersebut malah ditinggalkan. Proyek tersebut berpindah kepada orang lain yang meneruskan pekerjaan seolah-olah proyek miliaran rupiah ada dugaan diperdagangkan alias disajikan fee yang mengiurkan.

Penegak hukum jangan sampai membiarkan hal tersebut, ini adalah uang negara alokasi khusus untuk kepentingan umum. Dipapan plang proyek tersebut ada nama Kajari Kepulauan Meranti. (RAMLI ISHAK)

 

Post a Comment

0 Comments