Kajian Dan Potensi Agrowisata Geopark Batu Mahpar Galunggung

 


Kab Tasik LHI.

Pada hari, Rabu tanggal 30/09/2020 bertempat di op room Kantor Bupati kabupaten Tasikmalaya, telah dilaksanakan Fokus Group Disscusion (FGD) tentang penyepakatan Delineasi kawasan Geopark Galunggung Kabupaten Tasikmalaya, yang dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya, tim percepatan Geopark Galunggung, Perguruan tinggi, Forum komunikasi lingkungan hidup, para camat di 15 Kecamatan, dan undangan lainnya. Tim percepatan pengembangan Agrowisata di kabupaten Tasikmalaya berjuang untuk mengangkat seperti Agrowisata Geopark Batu Ampar Galunggung. Kabupaten Tasikmalaya mempunyai banyak Situs-situs sejarah, untuk mengangkat sejarah dan budaya tradisional sunda supaya terkenal di mata dunia pemerintah harus memperhatikan pelestariannya, dalam sambutannya Setda Drs.H.Muhamad Zen juga sebagai Ketua Geopark Galunggung menuturkan" bahwa pemerintah sangat mengapresiasi dan mendukung, pembahasan ini sebetulnya sudah lama dibicarakan oleh pemerintah pusat dan daerah tapi dengan adanya pandemi Covid-19 semua kena dampak, termasuk masalah terdampak soal anggaran tapi kita harus bersabar dan jangan pesimis, budaya, sejarah dan yang lainnya terkait kekayaan alam di kabupaten Tasikmalaya insya Alloh harus bisa terkenal kelas Ini tuturnya.

Sementara tim ahli Geopark Galunggung dari perguruan tinggi Universitas Siliwangi (Unsil) Dr.Siti Fajarani,M.T menjelaskan" Geopark ini ada 3 tahap yaitu ada Geopark Lokal, Nasional dan Global, sementara tersebut harus sudah diresmikan atau ditetapkan dan memiliki surat keputusan (SK) Geopark tersebut jelasnya. Selanjutnya Siti juga mengatakan" Unesco Geopark Global 2015, menetapkan bahwa Definisinya adalah, Geopark (taman bumi) adalah kawasan geografis menyatu yang memiliki warisan keragaman geologi ( geodivercity) keragaman hayati( biodiversitas), dan keragaman budaya(culirural diversity) tertentu,yang dikelola secara terpadu untuk perlindungan, pendidikan dan perkembangan berkelanjutan katanya. Seusai penanda tanganan yang dilakukan oleh 15 orang camat yang wilayahnya terjaring Geopark, juga perwakilan komunitas yang hadir pada kesempatan ini diantaranya Kecamatan Singaparna, Leuwisari, Padakemang, Sukaratu, Cisayong, sukahening, Salawu, Cigalontang, Sariwangi, Rajapolah, Jamanis, Ciawi, Kadipaten, Sukaresik Pagerageung dan komunitas lingkungan hidup.

Tokoh Budayawan / culture garitage Geopark Galunggung Irjen Pol (Purn) Dr.Drs.H.Anton Charlian, M.P.K.N dan Ketua harian Geopark Galunggung Ir.H.Safari Agustin, M.P memaparkan. " Untuk menjadikan Geopark Galunggung, harus terintegrasi Biologi, Hayati dan Budaya dan pusat Geopark tersebut, tidak di tempatkan di kawasan kawah Galunggung, kita menyepakati pusat Geopark tersebut sementara ditempat daerah peradaban yaitu di Batu Mahpar didalam naskah disebutkan, Batu Mahpar adalah paritnya galunggung yang  berlokasi dibalik dinding ari.

            Batu Mahpar juga mempunyai Sejarah yaitu makam walahir paparnya. Selanjutnya beliau juga mengatakan" apa itu Batu Mahpar..? Batu Mahpar adalah, gelaran batu yang panjangnya sekitar 12 km dari lokasi Batu Mahpar sampai ke dinding ari Gunung Galunggung tidak itu saja dikawasan batu Mahpar ada juga sejumlah musiem. Didalam musiem tersebut terdapat barang-barang pusaka peninggalan leluhur yang di rawat dengan apik oleh pengurus musiem tutasnya.(HARDITO)**

 

 

Post a Comment

0 Comments