Bermacam Jurus Dan Lakon Atas Dugaan Penjualan Proyek Puskesmas Teluk Belitung Dengan Fee 16% Dari Anggaran Rp.6.969.535.409.39 Yang Bersumber Dari Dana Alokasi Khusus (DAK)


 

Meranti LHI

Hasil pantauan LHI di Selatpanjang pada tanggal 11 Oktober 2020 di jalan revolusi, menurut keterangan narasumber yang layak dipercaya, serta rekan yang ikut dalam pelelangan proyek Puskesmas Teluk Belitung benar ada dugaan dijual dengan Fee 16%. Karena proyek tersebut sudah berpindah kepada orang lain. Oleh sebab itu, timbul pertanyaan rekan-rekan yang sangat dirugikan dalam pelelangan proyek tersebut yang dilakonkan dan bermacam jurus oleh sang pengurus alias mafia proyek, Miliaran rupiah proyek tersebut.

Proyek miliaran rupiah sangat rawan dikorupsi di Meranti seperti proyek pembangunan SMP di Teluk Belitung Kecamatan Merbau, kasusnya sampai berbulan-bulan lamanya digoreng-goreng! Baru ini, baru tertangkap pelaku korupsinya dilakonkan oleh pihak ketiga alias orang dalam.

Saat ini dihebohkan lagi disetiap media online Kabupaten maupaun di Provinsi Riau Pekanbaru. Menyorot kasus dugaan dijualnya proyek Puskesmas Teluk Belitung dengan Fee 16% di Kecamatan yang sama yaitu Teluk Belitung Kecamatan Merbau Pulau Padang.

Memang malang nasib Teluk Belitung uang anggaran pembangunan dikorupsi! Oleh sebab  itu, penegak hukum harus bertindak tegas baik Kabupaten maupun Provinsi Kejati dan Jaksa Agung, bila perlu KPK harus turun ke Kabupaten Kepulauan Meranti seperti di Kabupaten Bengkalis. (RAMLI ISHAK)

 

Post a Comment

0 Comments