Antusias Serta Dukungan Dari Masyarakat Desa Panyutran Terlihat Saat Menyambut Kedatangan Pasang AMAN

Pangandaran, LHI

Kampanye Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran No urut 2, H Adang Hadari dan H Supratman pada putaran ketiga ini lebih menyentuh warga yang ada di wilayah pelosok. Seperti yang di lakukan oleh H Supratman selaku calon Wakil Bupati Pangandaran dari no Urut 2 yang kali ini melaksanakan kampanye di wilayah Dusun Panangapan Desa Panyutran Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Selasa (27/10/2020). Melalu kampanyenya H Supratman bukan hanya menyerap aspirasi serta memaparkan program-program unggulannya.

Pasangan AMAN itu juga mengingatkan dan mengajak para warga untuk mempergunakan hak pilihnya untuk memilih calon pemimpin Kabupaten Pangandaran sesuai hati nuraninnya, hal itu di sampaikan Jalaludin S.Ag di hadapan peserta kampanye. Jalaludin selaku tim pemenangan pasangan AMAN menjelaskan, Hati nurani yang dimaksud yakni warga harus mengetahui bobot, bebet dan bibit dari masing-masing pasangan calon (paslon), sebab, hal itu menjadi dasar untuk membawa Kabupaten Pangandaran semakin baik ke depannya.

Jangan sampai hak pilih masyarakat di gunakan berdasarkan iming iming, janji janji palsu, politik uang bahkan gara gara diintimidasi, jelasnya. Karena Pilkada itu merupakan sarana untuk memilih pemimpin yang akan menentukan nasib masyarakat Kabupaten pangandaran 5 tahun kedepan, jadikan Pikada yang Demokrasi,jangan sampai ada istilah di takut takuti atau intimidasi.

Artinya melalui Pilkada Pangandaran yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember mendatang, kita harus mampuh menghasilkan seorang pemimpin yang dapat membawa pangandaran kedepan. "Seperti kita semua ketahui pasangan H Adang Hadari dan H Supratman ini adalah orang yang paling berjasa dalam hal pemekaran Kabupaten pangandaran, karena merekalah pelopor pemekaran Pangandaran yang tercinta ini

Artinya Pasangan H Adang dan H Sipratman layak untuk di pilih menjadi Bupati dan wakil Bupati Pangandaran, karena semua pembangunan yang dapat dirasakan oleh masyarakat pangandaran saat ini adalah bagian dari barokah perjuangan pemekaran, pungkas Jalaludin. Sementara H Supratman pada kesempatan sambutannya mengatakan, kita tidak akan memaksa siapun untuk mendukung kami,namun kita ingin mengajak seluruh elemen masyarakat pangandaran untuk memilih pemimpin bukan penguasa, karena melalui pemimpin yang amanah tentu Pangandaran akan lebih baik lagi.

Apa yang disampaikan tim pemenagan kita bapak Jalaludin soal pemekaran, ya memang kami bertiga, saya sendiri bersama H Adang Hadari dan H Yos Rosby (Almarhum) merupakan pelopor presidium, yang namanya presidium memang bukan hanya kami bertiga namun di bantu dari perwakilan dari masing masing desa dari sepuluh kecamatan. Presidium pemekaran memang terbentuk dari beberapa embrio dari kelompok masyarakat yang memiliki tujuan dan pemahaman yang sama yaitu inginya pangandaran memisahkan diri dari Ciamis.

Dari kegigihan pergerakan para tokoh presidium Alhamdulillah disetujui oleh pemerintah dan DPRD, sehingga kita semua mendeklarasikan pemekaran Kabupaten Pangandaran. Semua perjuangan tersebut memang tidak semudah membalikan telapak tangan, waktu itu kami juga pernah mendapat ancaman bahkan teror agar kami berhenti untuk berjuang memekarkan Pangandaran. Namun atas dorongan masih banyak kami tidak berhenti di tengah jalan walau rintangan dan cobaan menghambat perjuangan kami.

H Supratman menambahkan, hari ini kita semua dapat merasakan buah hasil dari pemekaran. Apakah kalau pangandaran ini tidak mekar akan seperti sekarang? Jelas tidak, artinya siapapun pemimpinnya tentu bisa membangun seperti sekarang ini, karena anggarannya ada. "Jadi jangan takut program pemerintah akan dihapus kalau pemimpinnya di ganti, itu hoax, jelasnya.

Insentif untuk para RT, RW, Linmas,Guru nngaji, biaya pengobatan dan pendidikan kita akan teruskan ketika AMAN menang, karena program itu semua bagian dari cita cita pemekaran. Secara pribadi kami pasangan AMAN bukan meminta balas jasa, namun kami ingin menyelesaikan cita cita Pemekaran yang belum terselesaikan. Maka kami mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bersama sama kembali meneruskan perjuangan membangun pangandaran ini sesydengan cita cita pemekaran, karena mekarnya Pangandaran ini bukan hasil leha leha, tegasnya. (Agus S)

Post a Comment

0 Comments