Usep; "Banjar Kota 24jam? Tempat PKL Tamkot Lapang Bhakti Harus Cepat diRenovasi, Nyaman Pedagang dan Pengunjung"

Banjar, LHI,- Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Banjar (APKLI) Usep Herliana menyoroti agar Pemerintah Kota Banjar melakukan langkah cepat dan produktif dalam penataan pedagang kaki lima di Kota Banjar, Selasa (01/09/20).


Penataan yang paling diutamakan yaitu menyoroti kesan kumuhnya tempat pedagang kaki lima di dua jalur samping Taman Kota Lapang Bhakti Kota Banjar yang notabene salah satu jantung Kota sebagai daya pikat yang banyak disinggahi baik oleh orang Banjar terlebih banyak orang luar Kota Banjar yang sering mampir di Taman Kota Lapang Bhakti Kota Banjar.


"Saya harapkan, tata bangunan tempat pedagang kaki lima di lapang bhakti di buat sedemikian menarik. Baiknya dicor lebar 6-7meter agar penjual dan pedagang nyaman berkuliner ditamkot" kata Usep.


Usep Herliana selaku ketua APKLI Banjar mengharapkan agar jalur kuliner dibangun permanen dengan mengedepankan kenyamanan tempat si penjual termasuk tempat pengunjung. 


"Taman Kota Lapang Bhakti adalah jantung Taman pusat Kota Banjar, gaya dan fungsi tempat para pedagang dan pecinta kuliner harus menarik baik dari sudut estetika karena hal itu menjadi magnet kenikmatan pengunjung" Ujar Usep.


Berbicara sumber dana untuk membangun tempat tersebut Usep mengharapkan dana DID tambahan yang didapat Pemkot Banjar sebesar 11 miliyar bisa sebagian diperuntukan kesana. Usep menegaskan bahwa sebenarnya banyak sumber dana yang bisa dikucurkan untuk peningkatan kemajuan para pedagang kaki lima di kota Banjar. Menurutnya hanya saja niat Pemerintahan Kota Banjar 'ada ngak sih, sungguh-sungguh ngak sih?. 


Tidak sampai disitu, Usep herliana berharap bukan hanya perharian untuk para pedagang kaki lima di Taman Kota Lapang Bhakti saja, melainkan juga penempatan dan fasilitas umum di taman-taman lainnya, harus diperhatikan ditata diperbaiki. 


"Jangan malu belajar dan melihat penataan dan gaya bangunan dari Kota tetangga, semisal Kota Tasik, tempat - tempatnya sangat bagus, artistik dan membuat nyaman dan tertarik baik bagi pedagang apalagi bagi pengunjung. Banjar terkenal kota hidup 24 jam dari dulu, saya sarankan pedagang bisa diberlakukan dua sip malam dan siang". Ucap Usep.


Usep berharap agar Pemerintah Kota Banjar jangan membuat asal membangun sebuah Taman tapi ke depanya tidak diperhatikan dan di biarkan begitu saja. Salah satu contohnya sejak Tamkot Lapang Bhakti berdiri hingga kini belum ada perbaikan untik tempat pedagang dan pengunjung kuliner di area PKL samping kanan dan kiri taman lapang bhakti. (E14Y)

Post a Comment

0 Comments