Inilah Fasilitas Kemajuan UKM/ UMKM Dari Dinas KUKMP Kota Banjar Di Tengah Covid

Banjar, LHI,- Selepas pembukaan kegiataan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pelaku koperasi dan UKM (DAK non fisik) Sub kegiatan kewirausahaan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Banjar Tahun anggaran 2020 bertempat di Aula RM. H. Dian pada Hari Selasa (22/09/2020). 


Wakil Walikota Banjar H. Nana Suryana bersama Sekdis Dinas KUKMP Kota Banjar Ian Rakhmawan Suherli, ST, M.Si, Kabid UMKM Tatang Nugraha, SE, M.,Si yang di ikuti oleh 30 Pelaku UKM baru asal Kota Banjar.


Nana menegaskan atas belum bagusnya iklim investasi yang baik di Kota Banjar bersanding dengan pandemi Covid-19 yang belum tahu kapan berakhir. Menurut Nana satu-satunya peluang mengurangi pengangguran adalah membuat pelaku wirausaha baru guna pemberdayaan ekonomi ditengah pandemi Covid. 


Nana menegaskan bahwa Pemerintah terus berupaya untuk menjaga penyebaran Covid tidak melonjak. Jangan sampai PSPB di Banjar diberlakukan kembali karena secara otomatis kegiatan ekonomi juga dihentikan. 


Tiga index pembangunan harus saling menguatkan antara bidang kesehatan, ekonomi dan pendidikan merupakan hal yang dilematis untuk di seimbangkan dimasa-masa tersulit terkini ditengah wabah Covid.


Wakil Walikota Banjar H. Nana Suryana berpendapat melalui program peningkatan sumber daya manusia pelaku UKM oleh Dinas KUKMP Banjar lebih menekankan guna memancing, mengasah kreatifitas inovasi masyarakat dalam menangkap peluang dunia kewirausahaan pelaku UKM dan ketahanan pangan.


Nana menegaskan tugas utama Pemerintah Kota Banjar memfasilitasi para pelaku UKM di antaranya perijinan yang mana ke semuanya adalah gratis termasuk izin depkes.


Kepala Bidang UMKM Tatang menerangkan bahwa pihaknya lebih fokus kepada pemasaran produk UMKM. Dinas KUKMP Kota Banjar sedang melakukan terobosan dengan melakukan pemasaran penjualan di Toserba Yogya Banjar, di Rumah makan - rumah makan, hotel - hotel area Banjar serta penjualan online melalui shofie dengan nama toko onlinenya 'Centra UMKM Banjar'.


Dinas KUKMP Kota Banjar mulai bulan Oktober 2020 akan membeli produk - produk UKM melalui penyeleksian yang mana produk tersebut harus telah memiliki standar ijin. 


Kesemuanya itu adalah upaya membantu peningkatan omset pemasaran para pelaku UKM Kota Banjar melalui berbagai upaya program diatas.


Wakil Walikota Banjar H. Nana Suryana mengakui dari sisi iklim investasi belum berhasil, "Tahapanya jelas kerja kami fokus dimana Tugas Dinas KUKMP Banjar memfasilitasi para pelaku UKM yang telah produksi supaya bisa lari cepat dan berdaya saing kuat serta menumbuhkan kembali jiwa-jiwa kewirausahaan dari masyarakat Banjar dapat goal secara nasional bahkan internasional". Tutup Nana Suryana. (E 14 Y)

Post a Comment

0 Comments