Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata Ingatkan Para RT Untuk Mengajak Warganya Shalat Maghrib Berjamaah di Masjid

Pangandaran, LHI

Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata, kembali mengingatkan para RT, untuk membawa Warga untuk kompak magrib ke masjid serta untuk salat tepat waktu secara berjamaah. Hal itu disampaikan Bupati Jeje, saat peresmian Masjid Albarid di dusun Cijoho, Desa Parakanmanggu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jumat (18/09/2020).

Menurut Bupati Jeje, dengan selesainya masjid tersebut maka saat adzan berkumandang, para warga di himbau untuk segera meninggalkan pekerjaan untuk salat berjamaah di masjid yang berdiri di masing masing tempatnya. “Ketika adzan tinggalkan pekerjaan dan segera salat berjamaah. Setiap Ashar dan Dzuhur diminta tinggalkan aktivitasnya untuk salat di masjid apalagi Kami mempunyai program magrib ke mesjid,” ungkapnya.

Selain itu, dari kebiasaan salat tepat waktu diharapkan memberi dampak untuk mendisiplinkan diri, sehingga semua kegiatan dan pekerjaan juga harus tepat waktu dan para warga di lingkup Pemkab Pangandaran harus mensinkronkan antara kerja dunia dan kepentingan akhirat. Ini harus berbanding lurus. “Kami, berpesan jangan sampai masjid di bangun malah jemaahnya kosong,” ungkapnya.

Bupati Jeje Lanjutnya lagi, bahwa sudah lima tahun Saya memimpin Pangandaran dan dalam kebijakan buat sarana ke agamaan satu tahunnya hampir 32, milyar, berarti relatif masjid – maajid bagus – bagus, maka tinggal pekerjaan kita selanjutnya memakmurkan mesjidnya.

“Sekarang ini, Saya lagi sedang mendesain suatu konsep kebijakan magrib ke mesjid yang program ini nanti tentu akan dedisain sedemikian rupa kepada RT- Rw, salahsatu menjadi motor penggerak warga magrib ke masjid dan di tahun depan buat tunjangan para Rt, akan di naikan suapya para Rt, bisa menggerakan warganya magrib ke mesjid dan bahkan saya akan Umrohkan para Rt yang bisa menggerakan warganya magrib ke mesjidnya lebih banyak,” ujarnya.

Menurut Bupati Jeje, bahwa desa Parakanmanggu itu di bandingkan dengan desa – desa lain, desa Parakanmanggu ini paling di istimewakan, kerena Bupati I LOVE YAU Parakanmanggu, itu bisa di buktikan pembangunan desa Parakanmanggu paling terbaik dari desa desa lain.

“Maka apa masyarakat Parakanmanggu I LOVE YAU pada bupati ga? sembari gurau karena Parakanmanggu paling di perhatikan,” ungkapnya. Pola pesantren tentu menjadi pusat kegiatan umat, maka kedepan pola kebijakan pesantren akan kita samakan dengan pola kebijakan sekolah umum menjadi prioritas. Ada 3 yang akan kita lakukan, pertama adalah biaya oprasional sekolah umum, maka kedepan akan ada biaya Oprasional Pesantren dan kalo sekolah ada beasiswa siswa, maka besok kita ada beasiswa santri.

“Pada tahun 2021 nanti akan kita bangun kobong – kobong pesantren yang anggarannya nanti akan siapkan anggaran, 23 milyar. Karena apapun yang di bangun tanfa di bangun mental dan spiritual umat, tentu tidak akan berjalan dengan baik, apalagi Kabupaten Pangandaran daerah wisata, maka tanpa di imbangi oleh pola kebijakan agama yang baik, tentu tidak akan pembangunan ini hanya memajukan sipat sipat keduniawian, ”terangnya.

 

Bupati Jeje tambahnya mengatakan, bahwa mulai tahun depan, PBB masyarakat kecil akan di bebaskan, kecuali masyarakat yang mempunyai PBB nya seratus ke atas dan Saya memohon ma’af selama lima tahun memimpin menjadi bupati Pangandaran, mesti banyak kekurangan banyak hal yang belum selesai, namun Alhamdulillah sudah lumayan.

“Pembangunan infrastruktur, puskesmas, pembangunan rumahsakit dan lainnya sudah terwujud dan itu semua bukan hebatnya Bupati namun itu semua hasil kerjasama semua pihak. Maka nanti pada 9 Desember di Pangandaran akan di gelar Pilkada serentak, mari kita memilih pemimpin yang cerdas dan pilihlah pemimpin yang mempunyai rumusan serta gagasan dan orang orang yang betul betul mempunyai kebijakan untuk kepentingan masyarakat Pangandaran ketarap hidup yang lebih baik,” Tandasnya. (Agus S)

Post a Comment

0 Comments