17 Tahun Kota Banjar, Pembangunan Fisik Meningkat - Daya Beli Masyarakatpun Harus di Tingkatkan

Kota Banjar, LHI,- 17 Tahun sudah kini Pemerintahan Kota Banjar menapaki usianya, tepatnya tanggal 21 Februari 2020. Usia mapan 17 tahun seyogyanya dapat mandiri dalam menentukan bentuk jati diri tentu saja yang berkaitan erat dengan program pembangunan Kotanya.

Usia 17 Tahun adalah masanya dinamis lebih beratmosfir remajanya suatu perkotaan, status kota tentu saja harus unggul dalam segala aspek yang artinya 17 tahun Kota Banjar adalah usia produktif dalam melangkah baik secara Pemerintahanya apalagi masyarakatnya harus benar - benar dalam penataan ruang berkemajuan.

Hal tersebut di atas tentu saja berkaitan erat dengan kebijakan dan arah pembangunan dari Pemerintah Kota Banjar sendiri. Usia 17 Tahun seyogyanya Kota Banjar secara umum harus memiliki performa yang kuat, handal berdinamisasi dan mampu berkompetisi dengan Kota/ Kabupaten lainnya khususnya di wilayah Provinsi Jawa Barat dan umumnya secara nasional.

17 Tahun usia Kota Banjar pasti memiliki sudut kelemahan dan kelebihan, sudut kelemahan harus secara otomatis di jadikan skala prioritas untuk secepatnya di benahi dan di majukan, begitupun sudut kelebihan di usia 17 tahun Kota Banjar harus semakin kuat dapat di pertahankan terutama di tingkatkan level kelebihan tersebut semakin meluas dan merata dampaknya dapat terasakan oleh semua masyarakat Kota Banjar hingga berefek berkemajuan.

Dari pemantauan LHI pada momen manis "sweet seventeen" Hari Jadi Kota Banjar ke-17 Pemerintah Kota Banjar pada pembangunan tahun 2019 kemarin melakukan peremajaan sudut - sudut Kota Banjar dan perluasan tahapan pembangunan Kotanya. Hal yang paling menonjol pembangunan Kota Banjar pada tahun 2019 bertebaranya perbaikan sudut kawasan kumuh, kawasan wisata, peningkatan jalan - jalan sampai ke pelosok dataran tinggi, penambahan fasilitas umum.

Di antaranya Pemerintah Kota Banjar melalui Dinas PUPRPKP Banjar terus berupaya meningkatkan, menciptakan dan memperluas area pembangunan di wilayah Kota Banjar. Pembangunan tersebut di antaranya merenovasi tempat - tempat yang memiliki potensi wisata seperti Wisata Lembah Pajamben dan Ekopark yang menghadap sungai citanduy tepatnya di dekat RSUD Kota Banjar.

Penataan Wisata Lembah Pajamben senilai Rp 3,3 miliar dari dana Banprov melalui bidang Cipta karya, adapun pembangunan saluran diantaranya saluran pembuang binangun, peningkatan saluran tersier BSA, pembangunan saluran pembuang Citeras dan saluran pembuang Bojong kantong melalui Bidang PSDA.

Pembangunan jalan yang cukup memiki daya pikat pemandangan alam yang di sampingnya kereta api melintas setiap hari. Pembangunan ini di lakukan oleh Bidang Bina Marga yaitu pembangunan Cadas Gantung Mandalareh. View pemandanganya sangat bagus dan indah dengan hamparan pesawahan dan perkebunan yang cukup luas berada di wilayah Kecamatan Langensari.

Sudah seyogyanya Jalan Cadas gantung di bangun dan biaya pembangunanya menggunakan dana Banprov sebesar hampit Rp. 1,3 miliar, jalan yang cadas dan tadinya bebatuan kini sudah layak di lewati oleh kendaraan dengan lebih nyaman.

Kota Banjar secara sektor pembangunan fisik tahun ke tahun membaik, menurut pemantauan LHI hal teserbut merupakan sudut kelebihan arah pembangunan di Kota Banjar. Adapun sudut pembangunan yang memerlukan perhatian khusus adalah masih lemahnya daya beli masyarakat Kota Banjar. Pada sektor ini Pemerintah Kota Banjar sudah seyogyanya harus meningkatkan dan berkonsentrasi penuh dalam sektor perekonomian masyarakat Kota Banjar. Pemkot Banjar harus fokus target dengan mengambil langkah besar yang mengacu guna kemajuan di segala sektor. Tentu saja harus lebih saling  bersinergi dengan seluruh masyarakat Kota Banjar, hal ini salah satunya di karenakan pesatnya persaingan perpacuan kemajuan antar daerah juga antar Provinsi karena Kota Banjar terletak sebagai pintu gerbang wajah perbatasan Provinsi Jawa Barat dengan Jawa Tengah. (Eky)

Post a Comment

0 Comments