Sukabumi,LHI
Produksi tahu Tanjungsari
merupakan home industri tahu yang berada di Desa Bojongsawah, Kecamatan
Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi banyak terdapat pabrik tahu yang tersebar di
hampir seluruh desa. Selain memproduksi, masyarakat di desa tersebut juga
banyak yang berprofesi sebagai penjual olahan makanan dari kedelai, ketan, peternakan, dan pertaniannya diedarkan ke berbagai wilayah lain di luar
Sukabumi
Salah satu produksi rumahan yang ada
di Kampung Tanjungsari RT.02/03, Desa Bojongsawah, merupakan salah
satu sentra produksi tahu kedele.Tahu yang diproduksi di daerah ini, tak kalah
rasanya dengan tahu yang diproduksi di daerah lain, sebut saja Desa Bojongsawah
yang dikenal sebagai Desa Pertanian dan Peternakan, ditambah sentra industri tahu.
Beberapa tahu yang diproduksi di
Tanjungsari antara lain tahu, hingga
Pertanian,dan Peternakan yang menjadi andalan kampung tersebut. Desa yang
terletak tepat di sisi timur Kabupaten Sukabumi, tidak seperti desa-desa yang
memiliki ciri khas kuliner lainnya. Tidak ada atribut atau sesuatu yang
menggambarkan bahwa di Desa Bojongsawah, merupakan desa penghasil tahu
berkualitas. Bahkan kerap, tahu-tahu hasil wilayah itu diserbu orderan dari
wilayah lain di luar Sukabumi.
Engkus, salah satu pengusaha tahu di
daerah itu menjelaskan, tahu yang diproduksinya selain dijual di Pasar
Sukaraja, Pasar Pelita, Pasar Cisaat, dan lainnya juga sering kali dikirim ke wilayah Cianjur
dan Palabuanratu.“Kalo pemasaran, biasanya teman-teman yang ambil tahu untuk
dijual lagi ke pasar di sekitaran Sukabumi, Ada juga sering kali pesanan dari
luar kota seperti di Cianjur,” ucapnya, Rabu (8/5/2019).
Engkus itu juga menuturkan, kendala
saat ini yang dihadapi pengusaha tahu di daerah tersebut yakni kurangnya modal
untuk produksi. Meski demikian, dia tetap bertahan agar bisnis tahu bisa
menjadi salah satu sumber mata pencaharian warga di Tanjungsari, Desa
Bojongsawah. “Ya semoga ada perhatian lebih terkait hal tersebut,” ujarnya.
Usaha pembuatan tahu di Desa
Bojongsawah diketahui belum terlalu lama ada. Sekitar tiga belas tahun yang
lalu, kami mencoba memproduksi tahu. Dan semakin lama, usaha itu menjadi
berkembang hingga saat ini.
Sementara
itu di tempat berbeda, Eni salah seorang pegawai BPP
Kebonoedes, saat acara balai penelitian pertanian di sektor 18 Desa Bojongsawah, menegaskan
bahwa memang saat ini tahu menjadi mata pencaharian masyarakat di wilayahnya.
Dari data yang ada, sejak tiga belas tahun, Engkus warga Tanjungsari membuka usaha sebagai pembuat
tahu, dengan modal seadanya, padahal hasil produksi tahunya sangat enak, dan
tidak cepat basi.“Ya banyak yang menggantungkan hidupnya di pabrik tahu,”
katanya, Rabu (8/5/2019).
Meski demikian,
Engkus masih menyayangkan belum terorganisirnya bisnis pembuatan tahu tersebut.
Ia berharap, para pengusaha tahu membuat sebuah paguyuban atau perhimpunan
sehingga kegiatan bisnis mereka terselenggara dengan lebih baik.“Sayangnya
sampai sekarang para pengusaha ini tidak mau membentuk organisasi. Padahal jika
membentuk organisasi, bisa jadi meningkatkan usaha mereka,” tambahnya. Kedepannya,
Engkus berharap nantinya desa ini menjadi desa penghasil tahu dan dikenal oleh
masyarakat luas.pungkasnya. (YOPI.S)***


0 Comments