Diduga Pengerjaan Proyek CV. Padetu Rekonstruksi Jalan Ruas Simpang Unit 8 – Gedung Aji Rugikan Masyarakat


Tulang Bawang-,LHI

Pengerjaan Proyek Rekonstruksi Jalan Ruas Simpang Unit 8 – Gedung Aji, Kabupaten Tulang Bawang oleh CV. Padetu yang menelan anggaran Rp. 1,6 Milyar lebih dikeluhkan oleh beberapa pengendara, Selasa (21/12/2021).

Pasalnya, perbaikan jalan tersebut diduga tidak menyertakan rambu jalan di beberapa titik, bahkan diduga kuat lemahnya pengawasan di lapangan.

Seperti yang diungkapkan Ramon 30, salah satu pengendara mobil asal Gedung Aji. Dia menyampaikan, saat dirinya melintasi jalan proyek yang dalam pengerjaan pada Sabtu lalu (18/12/2021), sekitar pukul 21.30 WIB dirinya merasa terganggu akibat kelalaian dari pihak pelaksana.

“Jalan itu kan di buka hanya sebelah saja, bagaimana tidak macet panjang, pintu masuk dan keluar tidak ada yang menjaga, belum lagi sepanjang proyek jalan ini tidak memasang rambu-rambu, tentu ini sangat membahayakan bagi para pengendara, buktinya mobil yang saya kendarai saat ini terperosok amblas kedalam tanah timbunan di bagian berem jalan,” ungkap Ramon.

Ramon berharap, dari hal itu mesti ada tindakan tegas dari pihak berwenang, guna pihak pelaksana tidak kembali menimbulkan kerugian bagi para pengendara yang melintas.“Tentu rugi kalau seperti ini, maka dari itu saya minta pekerjaan proyek ini harus diberi teguran, supaya jangan seperti ini lagi,” katanya.

Disisi lain, salah seorang warga setempat yang tak mau di sebut namanya juga mengeluhkan adanya tempat penumpukan material proyek tersebut yang diduga menyebabkan kondisi jalan menjadi becek dan rusak parah.

“Adanya lokasi penumpukan material, itu sangat menggangu dan membuat risih akibat merusak kondisi jalan sehingga becek parah,” ungkap warga ini.

Dari hal itu, warga ini mengharapkan ketegasan dari pemerintahan kampung setempat untuk memberi teguran supaya pengerjaan proyek tersebut tidak mengganggu kenyamanan masyarakat setempat.

“Kami minta ketegasan dari pemerintah kampung setempat, jangan terkesan berdiam diri, jangan sampai kami beranggapan jika kepala kampung turut bekerja sama tapi tidak mengutamakan kenyamanan masyarakat disini,” tutupnya.

Sementara, hingga saat ini pihak pelaksana tidak bisa di konfirmasi, Lantaran saat di hubungi melalui telpon dan pesan whatsapp beberapa kali namun tidak di respon meski dalam keadaan  ( HOTEMANSYAH )***

 

Post a Comment

0 Comments