Dua Orang PDP Asal Pangandaran Meninggal di RSUD Kota Banjar, Masyarakat Diminta Tidak Menganggap Enteng Dengan Situasi Tidak Basa Ini


Pangandaran LHI
Dua orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang menjalani perawatan medis di RSUD Kota Banjar asal Pangandaran meninggal dunia
Yani Achmad Marzuki selaku jubir gugus tugas Covid--19 Kabupaten Pangandaran menyampaikan, kedua orang yang meninggal saat menjalani pengobatan di RSUD Kota Banjar berasal dari Kecamatan Kalipucang dan Kecamatan Pangandaran .Keduanya merupakan pasien setatus PDP, sementara orang kalipucang meninggal pada dini hari, sementara orang Pangandaran meninggal pagi hari.
Yani menuturkan, kedua pasien tersebut memang memiliki penyakit penyerta dan keduanya sempat ditangani oleh tim medis di Pangandaran.
Sebelumnya, PDP laki-laki usia 52 tahun warga Kalipucang itu mengalami sakit gondongan (Parotis) dan sempat menjalani perawatan di puskesmas setempat.
Berdasarkan informasinya, pasien sempat dipijat, lalu dalam 5 hari mengalami keluhan batuk, panas, sesak napas dan susah menelan.
Diketahui, yang bersangkutan itu merupakan perantau yang mudik dari Cianjur.“Di RSUD Kota Banjar, pasien meninggal di ruang IGD sekitar jam 01.20 WIB dini hari dan belum masuk ke ruang isolasi COVID-19,” tuturnya.
Sementara, kata Yani, PDP perempuan warga Pangandaran usia 62 tahun itu memiliki penyakit diabetes dan sempat ditangani di RSUD Pandega.
Karena ada gejala sesak dan demam, akhirnya dirujuk ke RSUD Kota Banjar dan meninggal dunia di ruang isolasi.“PDP yang ini dilakukan swab test, untuk hasilnya kami masih menunggu. Sekitar 3 atau 4 hari baru keluar hasilnya,” tambahnya.
Kedua pasien tersebut, kata Yani, saat menjalani perawatan di Pangandaran berstatus orang dalam pemantauan (ODP).
Namun, setelah dirujuk dan menjalani pemeriksaan di RSUD Kota Banjar keduanya dinyatakan berstatus PDP.Untuk antisipasi, pemakaman kedua pasien tersebut mengikuti standar operasional prosedur (SOP) COVID-19.
Dihubungi terpisah, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata membenarkan ada warganya yang meninggal dunia di RSUD Kota Banjar.“Kami tetap akan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap kedua keluarga pasien meskipun belum dinyatakan positif COVID-19,” terangnya.
Kedua keluarga pasien yang meninggal, kata Jeje, akan menjalani rapid test dan isolasi mandiri selama 14 hari.
Dengan kejadian ini Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata diharapkan menjadi perhatian untuk menumbuhkan kesadaran semua pihak dalam pandemi covid 19.“Kami minta masyarakat Pangandaran tidak menganggap enteng dengan situasi yang tidak biasa ini,” sebutnya. ( SYAM/AGUS S)


Post a Comment

0 Comments