Rakorgab Munas-Konbes NU 2019 Di Kota Banjar Jabar, Persiapan 90%

.
Kota Banjar Jabar, LHI,- Sabtu, (05/01/2019) Kepanitiaan Nasional Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan rapat koordinasi panitia gabungan MUNAS dan KONBES NU 2019 bersama sama dengan Panitia Wilayah PWNU Jawa Barat, PCNU Kota Banjar, Ciamis, Pangandaran serta Pontren Miftahul Huda Al - Azhar Citangkolo Kota Banjar selaku Panitia Tekhnis. Musyawarah Nasional Alim Ulama (Munas) dan Konferensi besar NU 2019 ini adalah kali pertama yang akan di gelar di Kota Banjar.

Pria santun bersahaja asal Cirebon Dr. H. Eman Suryaman, M.M selaku Ketua PBNU dalam rakor pra Munas dan Konbes NU 2019 mempersilahkan sekaligus mengajak para pedagang untuk berjualan di lokasi kegiatan pada Munas Konbes NU yang akan di gelar tanggal 27 Februari sampai 1 Maret 2019 di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo Kota Banjar Jawa Barat.

"Kami pesilahkan semua pedagang untuk berjualan, kuotanya 65% pedagang Jawa Barat dan 35% bebas dari seluruh NKRI dan luar negeri juga boleh. Tingal hubungi panitia koordinator pengusaha NU silahkan daftar agar terkoordinir dengan baik" Ujar KH. Eman Suryaman.

Menurut KH. Eman selaku Ketua PBNU sekaligus kepanitian nasional Munas dan Konbes NU 2019 bahwa kegiatan tersebut terbuka luas bersekala Nasional dan internasional, untuk itu atas dasar keikhlasan kepada Alloh SWT untuk bersama sama turut mensukseskan khususnya umat Islam se-Nusantara.

"Munas NU akan di gelar di Kota Banjar karena Jawa Barat adalah Pesantren terbesar kedua setelah Jawa Timur. Kami terbuka dan menerima siapapun yang akan menyumbang beras, ayam, sapi dan lainya secara Ikhlas dan inilah NU apabila ada kegiatan, kami secara otomatis berpatungan bergotong royong bahu membahu memperkokoh rasa persatuan umat Islam se-Nusantara"

Tematik Munas dan Konbes NU 2019 di fokuskan menyoal pada masalah Kebangsaan 2019 hingga 2050. Munas tersebut menginjak untuk kali kedua di laksanakan, hal yang paling akan disikapi adalah kenegaraan, ekonomi, lingkungan hidup serta budaya. Hal tersebut di kemukakan oleh KH. DR. Marsudi Suhud, MBA., P.hd Sekretaris SC Panitia Nasional merangkap jajaran Ketua PBNU sekaligus Pengasuh Pontren Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo Kota Banjar.

"Ini Munas NU periode 2015 - 2020, kami akan menyikapi kebangsaan termasuk membahas tentang bendera hitam. karena Bendera hitam datang ke Syiria jadi perang di Syiria, datang ke Irak ya di Irak jadi perang juga datang ke Yaman di Yaman jadi perang, itu hal tak kalah penting yang akan di bahas" Ucap KH. DR. Marsudi Suhud.

KH. DR. Marsudi menegaskan terkait prihal Isyu Syariah yang masih banyak salah kaprah. Intinya Syariah adalah kemaslahatan, keteraturan, kebaikan itulah syariah. Menyoal Isyu ekonomi adalah tentang kebutuhan manusia salah satunya voucher hp sekarang termasuk kebutuhan pokok dan hal tersebut menjadi batasan - batasan harus di sediakan oleh pemerintahan Indonesia dalam rangka menuju Indonesia beradab tahun 2050. Menyoal Isyu lingkungan akan dibahas terkait sampah plastik kalau Bupati, Walikota dan Gubernurya peduli terhadap lingkungan maka harus mengerjakan pembersihan sampah plastik agar tidak mencemari lingkungan hidup terutama sungai - sungai jangan sampai tercemari sampah plastik. Adapun menyoal budaya akan dibahasnya Islam di Nusantara prihal cara berbudayanya bagiamana, dan akan meneguhkan cara berbudaya Islam di Nusantara ini.

Menurut KH. DR. Marsudi persiapan Munas dan Konbes NU 2019 sudah 90 persen yang mana akan ada tenda besar dengan konsep outdoor. Para kiayi dari luar negeri yang akan hadir di antaranya Kiayi dari negara Mesir, Syiria dan Yaman.

Munas dan Konbes NU 2019 akan digelar di Kota Banjar Jawa Barat pada 27 Februari - 1 Maret 2019 yang akan di hadiri oleh Presiden Ir. H. Joko Widodo dengan jadwal hadir pada tanggal 27 Februari 2019 terang KH. Marzudi Suhud.

Sementara itu Pantia Lokal yang di wakili Oleh H. Muhammad Gunawan Abdul Jawwad selaku pengurus PCNU Banjar sekaligus Ketua DPC PKB Kota Banjar menyambut sangat antusias akan di gelarnya Munas dan Konbes NU 2019.

"Ini adalah anugerah dari Alloh SWT, karena sebenarnya banyak pesantren dan para ulama lebih besar dari pada kami. Untuk itu kami bersyukur atas Anugerah Alloh dan kepercayaan dari semuanya, kami akan berupaya menjadi tuan rumah yang baik" Ujar Gunawan yang akrab di panggil Gus Jawwad.

Persiapan yang krusial menurut Gus Jawwad di antaranya penginapan, MCK, konsumsi namun hal itu semua sudah teratasi di antaranya solusi ada 200 toilet dan sekarang sedang dibangun lagi sebanyak 75 toilet tambahan. Dukungan berdatangan dari induk NU dari Ciamis, Adik kandung NU dari Pangandaran, Cilacap, Banyumas, Tasik Garut, Kuningan dan sekitarnya bersama - sama turut mensukseskan Munas NU tersebut. Wilayah sekitaran pondok Pesantren Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo membantu dalam hal penginapan yang mana rumah - rumah akan menjadi home stay.

Gus Jawwad berharap selama Munas dan Konbes NU 2019 semoga cuaca cerah tidak turun hujan. Begitu pula semoga dukungan lainya datang dari pemerintah Kota Banjar dan Pemerintahan Provinsi Jawa Barat demi kelancaran segalanya.

H. Ahmad Irfan Alawi Selaku anggota DPRD Provinsi Jawa Barat (Fraksi PKB) yang kini maju di Pileg 2019 untuk DPR RI Dapil X, hadir pada kesempatan rapat koordinasi persiapan Munas NU. Menurutnya ini hal yang sangat luar biasa bagi Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Ciamis serta wilayah Jabar dan Jateng Sekitarnya yang di percayai menjadi tuan rumah. Hal yang utama adalah kami akan berupaya menjadi tuan rumah yang baik dengan bersatu mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Adapun berbicara kekurangan menurutnya itu adalah hal yang wajar. "Dengan bersatu bersama - sama kami akan berupaya melengkapi satu sama lainya agar pada waktunya pelaksana Munas dan Konbes NU 2019 berjalan lancar, aman, sukses dan menghasilkan yang terbaik untuk kemajuan Indonesia yang lebih beradab menuju tahun 2050. (Eky)

0 komentar:

Post a Comment

DISDUKCAPIL KOTA BANJAR

DISDUKCAPIL KOTA BANJAR