Proyek “Siluman” Tanpa Plang Banyak Tersebar di Labusel di Akhir 2018

.

Labusel, NUANSA POST
Banyaknya bangunan APBD di labusel yang pengerjaannya tampa plank proyek, salah satunya pembangunan infrasruktur Rabat Beton yang berlokasi di Jalan penghubung sidodadi, PT. Asam Jawa. Dari pantouan di lokasi sabtu 10/11, pembangunan tersebut di kerjakan oleh  pemborong yang tidak di ketahui kelegalan maupun keabsahannya karna tidak terteranya pank informasi, serta siapa yang harus bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut.
Saat salah seorang pekerja yang di konfirmasi, sama sekali tidak mengatahui dari mana sumber Dana tersebut, " Kami hanya bekerja aj di sini, kalou menyangkut yang lain lain kurang tau pak",
Sementara itu PPK dari Dinas pekerjaan umum Kabupaten Labusel, S. Rambe beberapa kali Cp mencoba untuk konfirmasi datang kekantor Dinas pekerjaan Umum Labusel, Namun selalu gagal karna S. Rambe tidak berada diruangannya,
Menurut salah seorang warga yang identitasnya minta di rahasiakan, dengan tanggapannya kepada Cp, " memang di akhir tahun 2018 ini banyaknya proyek proyek yang tidak jelas alias proyek siluman, karna disetiap pekerjaannya tidak adanya plank proyek.
Seperti pengaspalan yang berada di Aek Batu Selatan, pengaspalan jalan di Dusun Aek Batu Utara, juga jalan ke pasar 12 dan masih banyak lagi yang lainnya,
Bagai mana nilai dari pekerjaan tersebut, apakah hasil pekerjaannya sudah memenuhi standar, kalou seperti ini sangat di ragukan hasil dari pekerjaan tersebut kilah warga tersebu
Hal yang sama juga di katakan kordinator LSM TOPAN RI, Ir Sulaiman Malaka Butar Butar, pemerintah penkab labusel harus tegas dalam menyikapi semua proyek yang ada, bagai mana bisa pembangunan yang bersumber dari APBD tidak menggunakan plank proyek, kalou ada pekerjaan yang tidak memenuhi standar siapa yang akan dimintai pertanggung jawaban.
Selain itu jaga, pengerjaan Rabat Beton di jalan penghubung sido dadi, tepatnya di perkebunan PT Asam Jawa, nilai pekerjaan itu patut di pertanyakan, ada beberapa kejanggalan yang ditemui di lapangan, seperti penggunaan matrial besi  beton, dari jarak cincin ke cincin nya terlalu jarang sekitar 35 cm, juga ada perbedaan mm dalam penggunaan besi tersebut,  belum lagi generator alat pemadat untuk Rabat Beton itu sendiri yang tidak di pergunakan, dan hanya sebagai pajangan, juga dalam penggunaan semen,  tidak sesuai dengan bestek itu sendiri.
  "Hal ini kami duga karna tidak adanya trasfarasi dalqm pembangunan yang di kerjakan, kalou benar mengapa enggan untuk menyertakan bestek dalam pengerjaan tersebut, pekerjaan tersebut semuanya menggunakan uang Negara pantas kalou kami sebagai warga Negara dapat mengetahuinya", papar sulaiman
 " Jalan yang di bangun Rabat Beton merupakan jalan utama, banyak mobil angkutan hasil peroduksi dari perusahaan yang mencapai bobot 30000 kg maupun lebih, keluar masuk menggunakan jalan tersebut, bagai mana bisa bertahan kalon pengerjaan jalan penghubung tersebut tidak sesuai juknis, buktinya beberapa bangunan yang telah terlaksana, banyak di jumpai sudah mengalami kerusakan, padahal bangunan tersebut di bangun baru 2 sampai 3 tahun, kilah Sulaiman.(IRFAN PULUNGAN)***

0 komentar:

Post a Comment

DISDUKCAPIL KOTA BANJAR

DISDUKCAPIL KOTA BANJAR