Dinas Pertanian Kab. Sukabumi Agar Lakukan Verifikasi Ulang Bantuan Hibah Handtraktor

.

Sukabumi LHI
Pemerintah memberikan bantuan hibah handtraktor kepada masyarakat dengan tujuan untuk membantu  dikala musim pengolahan sawah lebih cepat. meringankan beban tidak usah sewa dan mengeluarkan biaya banyak".dan mempercepat pada waktu petani siap melaksanakan penanaman  padi".Begitu juga antusias para petani ada nya bantuan dari pemerintah sangat berharap adanya  program tersebut bisa menunjang dan bisa membantu mengurangi resiko.
Namun pada kenyataan fakta di lapangan berbicara lain,ada salah satu oknum  kelompok tani di Kampung Cirambutan Desa Taman Jaya Kec cCiemas yang diduga menjual belikan handtraktor  beberapa bulan yang lalu. Masyarakat pun menguak pasalnya mendengar handtraktor tersebut di jual oleh ketua kelompok berinisal PN.
Pada kesempatan lain LHI  mencoba mendatangi rumah PN hasilnya nihil dia tidak ada di rumah . Beberapa kali di hubungi lewat telepon seluler  tidak pernah mengangkat telepon nya,dugaan kuat PN tidak mau menaggung resiko
Sementara Ana  yang mengaku sebagai bendahara kelompok waktu  di minta keterangan oleh LHI  menjelaskan telah menjual handtraktor tersebut kepaa  Suherman warga Kampung Cijambe Desa Taman Jaya Kec Ciemas seharga Rp. 17.000.000 . Adapun alasan   menjual barang tersebut   untuk biaya penebusan/ biaya ongkos kepihak dinas.
Ana  mengatakan bahwa barang tersebut bukan dijual tapi dioveralihkan, dalih nya,,seakan akan tidak merasa punya salah.
LHI menjuampai  Asep Rimba yang menjabat sebagai PTCD pada waktu itu ,menerangkan bahwa kejadian tersebut sudah lama. Tidak usah dpermasalahkan sudah di tangani oleh pihak babinsa, ungkapnya dengan tenang saat di konfirmasi oleh wartawan dikediamanya Rabu/ 14/ 11/18.
Kemudian   aktivis peduli masyarakat ,mengungkapkan kepada LHI , bahwa setiap adanya program sama sekali belum pernah menikmati adanya bantuan bibit padi, jagung dan lainnya. Bahkan ketika ada datang bantuan harus di bayar dengan alasan untuk pengganti ongkos,tambah nya agi ,yang di harapkan kami adanya hantraktor tersebut untuk menunjang sarana kebutuhan masyarakat pada kenyataan nya tidak sesuai apa yang di inginkan,hanya mimpi belaka. “Jadi yang jelas masyarakat sekedar dimanpfatkan  hanya dibikin objek untuk mengeruk keuntungan pribadi, dan juga pemerintah harap bersikap keras menindak ke jalur hukum oknum tersebut supaya tidak be ulang ulang kejadian seperti ini, “tuturnya.(YOP)***



0 komentar:

Post a Comment

Retromantic 9

Retromantic 9

DISDUKCAPIL KOTA BANJAR

DISDUKCAPIL KOTA BANJAR