Sidang Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Surat, JPU Hadirkan 2 Saksi

.

Kota Dumai, LHI
Pengadilan Negeri Kelas IA Dumai pada hari Kamis (15/11/18), kembali menggelar sidang atas nama terdakwa R Boru Silalahi dengan agenda  mendengarkan keterangan dua orang saksi yang dihadirkan JPU (Jaksa Penuntut Umum) Agung Nugroho SH.
            Sebelum memberikan keterangan, dua orang saksi mengucapkan janji atau sumpah dihadapan majelis hakim yang dipimpin hakim ketua Hendri Tobing SH didampingi hakim anggota Irwansyah SH dan Liena SH dibantu Panitera Pengganti Ahmadi.
            Hakim ketua mengingatkan kepada dua orang saksi agar tidak memberikan keterangan palsu atau berbohong yang dapat di pidana penjara.Raja Sarumpait sebagai saksi yang memberikan keterangan  pertama dalam persidangan mengaku mengenal terdakwa R Boru Silalahi sekitar pertengahan bulan Februari 2015.
            Ketika itu Raja Sarumpait yang bekerja sebagai wiraswasta menerima pesan singkat dari R Boru Silalahi. Tidak lama kemudian Raja langsung menelepon untuk bertemu  R Boru Silalahi.
            Dalam keterangannya, Raja mengatakan bahwa R Boru Silalahi  pernah memberikan 4 (empat) lembar fotocopy kwitansi dengan jumlah sebesar 2,6 milyar yang  ditandatangani oleh almarhum abangnya Jonison Sarumpait.
            Fotocopy  kwitansi tersebut ia (Raja) kirimkan kepada Lamsihar Boru Simanjuntak (istri almarhum J Sarumpait) yang saat itu berada di Tanah Jawa Sumatra Utara.
            Diakui Raja, dirinya tidak pernah melihat kwitansi asli yang dimaksud terkait hutang piutang antara almarhum abangnya Jonison Sarumpait dengan R Boru Silalahi. Namun belakangan Raja Sarumpait mengetahui Lamsihar Boru Simanjuntak telah melaporkan R Boru Silalahi kepada pihak Kepolisian atas dugaan pemalsuan tanda tangan surat.
            Saksi kedua Asbel Hutagalung yang memberikan keterangan dalam persidangan mengaku mengenal terdakwa Rensia Boru Silalahi.Asbel Hutagalung mengatakan  dirinyalah yang mengenalkan, mengetahui dan melihat  almarhum Jonison Sarumpait meminjam sejumlah uang kepada R Boru Silalahi.
Saksi Asbel Hutagalung yang bekerja sebagai Humas di tempat usaha almarhum Jonison Sarumpait selama 6 (enam) tahun itu ikut menyaksikan pengambilan uang di bank sebanyak 4 (empat) kali. Namun Asbel mengaku hanya 3 (tiga) kali ikut menandatangani kwitansi sebagai bukti pinjaman.
            "Awalnya kan mau pakai notaris pinjaman uang ini. Karena makan waktu dan lama prosesnya, makanya dibuatlah kwitansi. Dan atas permintaan almarhum saya ikut menandatangani tiga kwitansi dan hanya sebagai saksi, "kata Asbel.
            Dari keterangan saksi Asbel Hutagalung di persidangan juga diketahui adanya pergantian kwitansi.Empat kwitansi yang dibuat pada bulan Mei 2013 diganti pada tahun 2014 dengan tanggal dan bulan yang sama tetapi tahunnya berbeda dikarenakan belum adanya pelunasan.Terdakwa Rensia Boru Silalahi yang didampingi dua Penasehat Hukumnya Mangaratua Tampubolon SH dan R Sidauruk SH tidak keberatan atas keterangan dua orang saksi yang dihadirkan JPU dipersidangan.***S Nst.


0 komentar:

Post a Comment

Retromantic 9

Retromantic 9

DISDUKCAPIL KOTA BANJAR

DISDUKCAPIL KOTA BANJAR