Oknum Perwira Tinggi Datangi SMANSA, Intimidasi Ketum LSM BMH

.

Bogor ,LHI
Kejadian pada Jumat (23/11) yang dialami ketua LSM BMH (Barisan Monitoring Hukum) Irianto yang juga Ketua Forum GMCB ,Gabungan media cetak -online serta LSM,berbuntut panjang.Ulah oknum perwira tinggi diarea parkir SMANSA Kota Bogor, tepatnya depan Pos Satpam dinilai mencederai martabat dan marwah etika profesi dan Disiplin Krops Tibrata. Padahal pembenahan lembaga yang profesional sedang gencar dilakukan Kapolri yang baru.Undang- undang No.2 tahun 2002 tentang Kepolisian RI ,juga PP.No.2 tahun 2003 telah nyata menanamkan disiplin pada jiwa personil Polri tanpa pandang bulu pada level jabatan dan kepangkatan apapun.
            Terlebih peraturan Kapolri.No.7 tahun 2006 pun mengamanatkan penilaian integritas personil maupun lembaga pada citra kekembagaan untuk dijaga dengan baik,lalu hal aneh terjadi di kota Bogor ketika seorang perwira tinggi berbicara dan berprilaku tak lazim?.
            Pada wartawan Irianto menceritakan kronologis kejadiannya."Saya datang atas dasar anak yang bersekolah di SMANSA, tujuan untuk menemui Ibu Marlen bagian BP (Bimbingan Penyuluhan-Red).Akan tetapi saya merasa dibuntuti oleh satpam,saya pura-pura tidak tahu,akhirnya menuju kekantor sekolah. Dikantor itu ternyata seperti rapat, saya urung niat dan menggunakan etika untuk tidak masuk, pada akhirnya saya mendatangi bu Marlen guru BP.
            Pada saat itu mulai terjadi hal yang tidak menyenangkan,karena tiba-tiba  saja orang yang tidak dikenal  namanya keluar menghampiri dengan nada tinggi dia menanyakan,Bapak mau menemui kepala sekolah?.  Saya jawab tidak,.tetapi seorang humas tadi dengan nada memaksa menyuruh masuk untuk menemui mereka.Saya menolaknya halus dan tidak terpancing. Namun menyesalkan kenapa  humas itu tidak menghampiri dengan senyuman akan tetapi saat menyuruh untuk masuk pada pelaksaan rapat nadanya seakan memaksa. Sangat aneh?.
Pada akhirnya saya menemui Bu Marlen dan kembali kejadian lainnya terjadi.
Dengan terperanjat saya melihat, seseorang orang memanggil saya dan seakan saling kenal.Dia berkata, “Kenal nama Gumay,!.Ada apa dengan SMAN  1,” dengan nada tegas.Lalu saya balik bertanya emang  ada apa dengan SMAN 1.?, Akhirnya dengan menurunkan nada yang tadinya tinggi.Dia mencoba menerangkan titip SMAN 1 dan disini ada anak saya.Spontan saya jawab ,anak saya juga disini" tutur Irianto.
            Dari SMANSA saya menuju Balaikota Bogor,ternyata didapatkan informasi dari beberapa wartawan perihal siapa itu nama Gumai.Diketahui Gumai pernah bertugas di Kota Bogor,dan kini berpangkat perwira tinggi bintang 1 di Kabinda KEPRI ,Polda Riau.Ditambahkan Irianto santer juga informasi pada peletakan batu pertama gedung 4 lantai,bahwa pihak sekolah SMANSA agar jangan takut pada siapapun karena pihak dinas Propinsi Jabar dan ada aparat yang mem back-up atas sekolah tersebut.(AK-GS)


0 komentar:

Post a Comment

Retromantic 9

Retromantic 9

DISDUKCAPIL KOTA BANJAR

DISDUKCAPIL KOTA BANJAR