Nasabah Bank Banten Bingung, Bunga Pinjaman Jadi Melangit

.

Sukabumi,LHI
Jasa penagihan pada kreditur bank,adakah aturanya,?..Ini terjadi oleh pihak ketiga kepada nasabah Bank   Banten .Setelah upaya konfirmasi akhirnya petugas tersebut menjawab via Whatsapp,dirinya mengatakan, harusnya konfirmasi langsung pada pejabat Bank Banten.Dari informasi wartawan, kuasa pihak nasabah merasa ada hal aneh dan janggal ketika 7 tahun lalu Bank Pundi dan take over ke Bank Banten, karena kolap lalu datang penagihan pada salah satu pengrajin  tahu di Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi oleh DeptCollektor atau penagih eksternal  inisial R.
"Bapak tanya ke nasabahnya, kenapa sampai wanprestasi terhadap perjanjian kredit yang telah disepakati bersama pada saat pencairan kredit" jawabnya.
Selain itu ditambahkan R, dirinya ingin langsung bertemu."Saya pengen ketemu dengan bapak nich... Kayaknya menarik juga kalau kita sharing masalah keilmuan perbankan baik di sisi ekonomi maupun di sisi hukumnya.”katanya “Bapak sudah menghubungi pihak bank... kenapa tidak ditanya langsung ke orang banknya saja pak ? Jangan ke saya.Bapak kayaknya tahu banyak saya pengen belajar mohon bila berkenan dan ada waktunya" tulis dia.
Awal diketahui masalah tagihan Bank Banten ini dengan ST, seseorang /nasabah yang memiliki usaha pengrajin tahu dimana sekira  7 tahun bank itu kolap baru pada bulan Oktober 2018 didatangi seseorang yang mengaku pihak bank.Lalu orang bank tersebut meminta pembayaran atas nilai pinjaman senilai Rp.65 juta yang kini menjadi Rp.142 juta.
Dengan adanya   tagihansebesar itu,, ST merasa terkejut dan sempat shock berat."Gimana saya tidak ada itikad baik,saya justeru mau membayar cicilan pinjaman itu sejak tahun 2011 lalu.Tapi kantor Bank Pundi saya ga tahu setelah mati suri.Sampai saya mencari kantor bank itu ke daerah Baros pake sewa angkot" kata seseorang yang diberi kuasa inisial ST.
Dijelaskan A,yang diberi kuasa penuh membantu kasus ini bahwa dirinya terketuk ketika ada teman se- ikwan yang menceritakan masalah bank yang menjerat wanita pengusaha diwilayahnya. Tentu sesuai AD/ART ini sudah masuk hal yang tidak sesuai syariah ,adanya bunga bank dengan nilai yang tidak manusiawi dan memberatkan nasabah.Masa pinjam Rp.65 juta kini berbunga jadi Rp.142 juta.”Ini jelas sangat memberatkan dan ini riba sangat dilaknat dalam ajaran agama Islam,makanya kami membantu nasabah ini,”ujar A pada wartawan .(AK)


0 komentar:

Post a Comment

Disdukcapil Kota Banjar

Disdukcapil Kota Banjar

DISDUKCAPIL KOTA BANJAR

DISDUKCAPIL KOTA BANJAR