Kepsek SDN 3 Gunung Guruh: “Ini Bukan Pungli. Karena Yang Disebut Pungli itu Memperkaya Diri”

.
Sukabumi,LHI
Kasus   dugaan pungutan liar (pungli) di Sekolah Dasar Negeri 3 Gunung Guruh, Kecamatan Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi menjadi satu dari sekian banyak potret buram dunia pendidikan tanah air. Ironisnya pungutan tersebut menimbulkan peta konflik di antara orang tua siswa.
                Hal yang digemborgemborkan pemerintah dengan sekolah gratis tanpa pungutan, tetapi kenyataannya realita di luar sana justru berbeda. Salah satu orang tua siswa ternyata merasa keberatan dengan pungutan yang diberi kedok sumbangan sukarela tersebut. Soalnya ditetapkan dengan jumlah Rp. 30.000,- walaupun dengan cara dicicil mereka mempertanyakan tentang keberadaan dana BOS yang seharusnya setiap kebutuhan sekolah apalagi mebeuler ada anggarannya dari dana BOS tersebut, bukan dibebankan kepada orang tua atau wali murid.
                "Pertama ini rapat orang tua dan komite sekolah, justru saya sebagai kepala sekolah mengajukan/memberikan saran kepada ketua komite bagai mana sekolah ini lebih berkembang dengan baik. Jadi saya mengeluarkan gagasan tolong agar komite mengadakan rapat untuk ajaran baru menyampaikan program untuk tahun ajaran 2018-2019. Dalam program tersebut ada beberapa poin  diantaranya kesatu atribut siswa, silahkan ketua komite, kedua mengenai sampul rapot yang belum ada dari dinas bagaimana komite tawarkan sampul rapot dari pada tercecer dan direspon oleh orang tua” kata Kepala SDN 3 Gunung Guruh.
                Kepsek menambahkan, ketiga Untuk lemari, melihat keadaan disekolah dari kelas 1 sampai kelas 6 tidak ada tempat buku orang tua menawarkan kepada ketua komite, ini kan komite yang menawarkan kepada orang tua murid, “Cuma pada waktu rapat itu ketua komite tidak hadir, saya bingung kalau dibubarkan undangan sudah tersebar daftar hadir sudah ada, terkait pendanaan komite yang mengelola. Kalau pungli kan memperkaya diri, kalau masyarakat memberikan sumbangan apa harus saya tolak?, karena sekolah bisa maju dan mundurnya itu tidak terlepas dari bantuan masyarakat” katanya.
                Saat ditanya tentang Permendikbud Nomor 26 Tahun 2017 terkait membahas Komponen Pembiayaan BOS, Kepsek mengatakan,  terkait pengadaan untuk mebeuler itu ada kepentingan yang lebih penting seperti merek sekolah, lambang UKS dan yang lain-lain. Karena disekolah ada honorer 6 orang saya yang diprioritaskan yang itu dan keperluan yang lain” pungkasnya.
                 Ditempat dan waktu yang sama saat akan dimintai untuk di wawancara Kepala UPTD enggan untuk berkomentar.
                Komite Sekolah yang dijadikan kepanjangan tangan dari kepala sekolah untuk melakukan pungutan kepada wali murid, yang jadi anehnya menurut Kepala Sekolah kepada para awak media bahwa komite yang lama yang masih menjabat tidak hadir dalam rapat untuk pembahasan pungutan tersebut tapi pungutan tersebut tetap berjalan.
                Pungutan untuk pembelian lemari ini sekarang dikelola oleh Hera, Ketua Komite yang baru. dengan seadanya Ketua Komite menjelaskan kepada awak media bahwa ide atau saran untuk pungutan ini berasal dari Kepala Sekolah mengingat sekolah tidak mempunyai lemari untuk penyimpanan buku.
                Hera, Ketua Komite yang baru menerangkan "pihak sekolah tidak mewajibkan orang tua siswa, tapi hanya memberi ide atau saran terkait sekolah yang tidak mempunyai lemari untuk penyimpanan buku dikarenakan buku-buku disekolah berceceran dimana-mana. Setelah dikasih saran oleh Kepala Sekolah saya ketua komite beserta orang tua murid sangat antusias dan tidak keberatan sama sekali karena ini untuk kebutuhan" katanya.
                Saat ditanya tentang juklak dan juknis anggaran Dana BOS, Ketua Komite pun menjawab belum tahu karena masih baru menjabat sebagai Ketua Komite di sekolah SDN 3 Gunung Guruh.
                Diharapkan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi untuk tidak berdiam diri harus cepat bertindak dan memberikan pengarahan kepada sekolah-sekolah mengingat masih banyak pungli-pungli disekitar dunia pendidikan diluar sana yang mengatas namakan Komite Sekolah.  (AEP.S)***
 

0 komentar:

Post a Comment

Disdukcapil Kota Banjar

Disdukcapil Kota Banjar

DISDUKCAPIL KOTA BANJAR

DISDUKCAPIL KOTA BANJAR