Kegiatan Dalam Rangka Memperingati HUT Ke-73 PGRI dan Hari Guru Nasional Tingkat Kab. OKU Selatan

.

OKU Selatan, LHI
Bupati Kabupaten OKU Selatan Popo Ali M.B Commerce dan Kepala Dinas Pendidikan Zulfakar Dhani S.Sos yang di dampingi Ketua PGRI H.Harsono S Pd.i, SKPD dan FKPD Hari ini sabtu tanggal 24 November 2018 membuka lomba dalam rangka memeriahkan Hut PGRI Dan HGN. lomba gerak Jalan sehat dan gerak jalan santai guru yang di beri tema " Wujudkan guru sebagai penggerak perubahan menuju Indonesia cerdas berkarakter dalam revolusi industri 4.0", yang dinalai dari kekompakan seni, kerapian dan pariasi per grup 9 orang peserta. Berbagaimacam doirfrize dan hadiah yang menarik seperti kulkas, mesin cuci, Sepeda, kipas angin dan beberapa kebutuhan rumah tangga dan piala.
Lomba gerak jalan sehat dan gerak jalan santai yang di ikuti oleh hampir seluruh guru guru Kecamatan Muaradua dan perwakilan guru guru dari masing masing kecamatan. Berkumpul di terminal dan star di depan Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati. Peserta lomba berjalan dan finist di Gedung Kesenian. Yang Pengumuman pembagian Doorprize dan hadiah pemenang.
Acarapun di tutup dengan pembagian hadiah Piala,dana Pembinaan dan Dooprise bagi para pemenang Hasil dari penilaian yang dilakukan oleh Dewan juri,yaitu bapak Peltu Nizarudin Korem 0304/OKU,Pelda Winarno Korem 0304/OKU dan Antoni Dari Dewan Guru adapun penilaian di nilai dari aspek gerakan,kekompakan,kostum dan yes-yes.berikut para pemenang lomba gerak jalan hasil dari penilaian Tim juri untuk juara 1 Putri SMA 1 Muaradua.Juara 2 SMP 1 Buay Rawan,Juara 3 SDN 1 Buay Rawan,Juara 4 SDN 3 Muaradua. UntukPutra Juara 1 SMA 1 Miaradua,Juara 2 SMA PGRI Muaradua,Juara 3 SMA Buay Rawan,Juara 4 SMA Kisam Tinggi. 
Menurut Rodiah panitia ", kegiatan ini merupakan rangkain dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN).
Berbagai kegiatan yang dilakukan merupakan upaya terukur PGRI dalam rangka memupuk solidaritas sesama guru yang ada di daerah ini serta menjaga soliditas organisasi",ungkapnya
Dalam era revolusi industri 4.0, sistem pendidikan nasional dihadapkan pada tantangan yang amat kompleks tetapi menarik. Oleh karena itu, PGRI sebagai organisasi profesi juga ditantang agar mampu menggerakan guru, pendidik, dan tenaga kependidikan memberikan andil tidak hanya dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah, tetapi lebih dari itu harus merasa terpanggil untuk ikut melahirkan pemikiran transformatif dalam pengembangan kebijakan pemerintah, pengelolaan program pembangunan di pusat dan di daerah, serta dalam melahirkan berbagai gagasan dan tindakan inovatif sesuai dengan tantangan Abad ke 21
Dunia hari ini menghadapi fenomena disrupsi seperti lahirnya digitalisasi sistem Pendidikan melalui inovasi aplikasi teknologi seperti Massive Open Online Course (MOOC) dan Artificial intelligence. Yang pertama adalah inovasi pembelajaran daring yang dirancang terbuka, saling berbagi, terhubung atau berjejaring satu sama lain. Prinsip ini menandai dimulainya demokratisasi pengetahuan yang menciptakan peluang bagi setiap orang untuk memanfaatkan teknologi secara produktif. Sedangkan yang kedua adalah mesin kecerdasan buatan yang dirancang untuk melakukan pekerjaan spesifik untuk membantu tugas-tugas keseharian manusia. Di bidang pendidikan, artificial intelligence membantu pembelajaran secara individual, yang mampu melakukan pencarian informasi dan menyajikannya dengan cepat, akurat, dan interaktif. Inilah yang menandai revolusi industri 4.0 khususnya di bidang pendidikan.
Kedua contoh perkembangan di atas mengubah secara fundamental kegiatan belajar-mengajar. Ruang kelas mengalami evolusi kearah pola pembelajaran digital yang menciptakan pembelajaran lebih kreatif, partisipatif, beragam, dan menyeluruh. Guru memiliki peran penting dalam kontekstualisasi informasi serta bimbingan terhadap peserta didik dalam praktis diskusi daring.( Bas, Rahim )

0 komentar:

Post a Comment

Retromantic 9

Retromantic 9

DISDUKCAPIL KOTA BANJAR

DISDUKCAPIL KOTA BANJAR