Akibat Gunakan Dugaan Surat Tanah Palsu, Somad Masuk Rumah Tahanan Negara Kota Dumai

.

Kota Dumai, LHI
Akibat menggunakan dugaan surat palsu untuk bukti atas kepemilikan terhadap  sebidang tanah/ lahan di daerah km 11 Kelurahan Bukit Timah kecamatan Dumai Selatan, Ahmad Tohar Usman alias Pak Somad akhirnya mendekam di sel Rumah Tahanan Negara ( Rutan ) Kota Dumai.
                Penetapan Ahmad Tohar Usman alias Pak Somad Bin Usman H Rajak sebagai tersangka/ terdakwa sehubungan dengan pengembangan penyidikan Surat Laporan Polisi No LP/321/XII/ 2017/ Res Dumai, yang dilaporkan Sumijan ke Polres Dumai tertanggal 03 Desember 2017 lalu.
                Seiring perjalanan waktu dan proses  penyidikan dari Kepolisian sampai ke Kejaksaan Negeri Dumai kemudian Perkara/Pid.Sus/2018/ PN Dum atas nama tersangka/ terdakwa Ahmad Tohar Usman Alias Pak Somad Bin Usman H Rajak bergulir sampai ke Pengadilan Negeri Kls I A Dumai.
                Awalnya pergelaran sidang perkara tindak pidana dugaan pelanggaran KUHP Pasal 263 atas nama terdakwa Ahmad Tohar Usman alias Pak Somad Bin Usman H Rajak ini berjalan dengan mulus.
Namun di tengah perjalanan sidang perkara dugaan pemalsuan surat atas nama terdakwa Ahmad Tohar Usman alias Pak Somad Bin Usman H Rajak ini mulai terlihat seru dan sedikit menarik.
 aKeseruan sidang perkara atas nama terdakwa Ahmad Tohar Usman alias Pak Somad Bin Usman H Rajak itu mulai terlihat atas adanya kebijakan dari Majelis Hakim untuk mengadakan sidang lapangan (PS) atau rekonstruksi dan membuat penetapan peralihan penahanan dari tahanan kota menjadi tahanan Rumah Tahanan Negara ( RUTAN ) Dumai kepada terdakwa Ahmad Tohar Usman alias  Pak Somad Bin Usman H Rajak.
                Untuk sekedar di ketahui, bahwa dalam persidangan sebelumnya terungkap, terdakwa Ahmad Tohar Somad alias Pak Somad Bin Usman H Rajak, dilaporkan Sumijan ke pihak Penyidik Polres Kota  Dumai. Atas tuduhan/ sangkaan menurut saksi pelapor Sumijan, bahwa dirinya telah merasa dirugikan dan kehilangan sebidang tanah. Akibat tindakan dugaan pemalsuan surat alas sebidang tanah/ lahan di km 11 Bukit Timah yang di lakukan terdakwa Ahmad Tohar Somad Alias Pak Somad Bin Usman H Rajak pada tahun 1971 silam.
                Kecurigaan mempergunakan dugaan surat palsu itu , menurut Sumijan, berawal dari adanya pengakuan terdakwa Ahmad Tohar Somad alias Pak Somad Bin Usman H Rajak kepada Sumijan, kalau dirinya ( Ahmad Tohar Somad alias Pak Somad Bin Usman H Rajak ) memenangkan perkara perdata melawan Barita Simbolon ( almarhum ) mempergunakan alas hak berupa surat akta jual beli dan surat segel tahun 1971 yang di tandatangani Penghulu Pangkalan Sesai bernama Abdullah dimana setelah di teliti dengan cermat dan di check di laboratorium menurut Sumijan, ada beberapa kejanggalan.
                Adanya surat pernyataan Penghulu  Pangkalan Sesai, Abdullah, kalau dirinya Rajak dan surat keterangan hasil penelitian tim ahli forensik yang menyebutkan kalau tanda tangan Penghulu Pangkalan Sesai Abdullah yang dipergunakan Ahmad Tohar Usman alias Pak Somad Bin Usman H Rajak diduga palsu.
 a" Selain adanya dugaan menggunakan tanda tangan palsu, segel yang di pergunakan terdakwa ini sebagai alas hak juga diragukan pak Majelis. Apa mungkin segel  terbitan tahun 1971 di pergunakan pada February 1971." uar Sumijan dipersidangan beberapa waktu lalu di Pengadilan Negeri Kelas IA Dumai.
Setelah mendengar keterangan  kesaksian dari saksi korban ( pelapor dan penyidik kepolisian ), kemudian Ketua Majelis Persidangan, Firman Khadafi Djindar Bumi SH MH di bantu dua Hakim Anggota (  Irwansyah SH dan Liena SH M.Hum ) melakukan gelar perkara rekonstruksi / Pemeriksaan Setempat ( PS ) di Klm 11 Bukit Timah Kelurahan Mekar Sari Kecamatan Dumai Selatan Kota Dumai ( Riau ).
Dan guna mengantisipasi adanya kericuhan dalam setiap pergelaran sidang dalam kasus/ perkara dugaan pemalsuan surat palsu atas nama terdakwa Ahmad Tohar Usman alias Pak Tohar Bin Usman H Rajak.Ketua Majelis Hakim, Firman Khadafi Djindar Bumi,SH MH selalu mengingatkan pengunjung sidang.
                " Maaf sidang ini bukan menyangkut dan membahas mengenai perkara kepemilikan tanah, tapi menyangkut substansi isi surat. Jadi bagi orang yang tidak berkepentingan dalam perkara ini di larang berbicara dan mengeluarkan pendapat." ujar Firman Khadafi Djindar Bumi SH MH kepada pengunjung sidang yang mengaku mantan Sekretaris Kelurahan Ratu Sima Kecamatan Dumai Selatan beberapa waktu lalu.
                Sementara pada sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Dumai Yopentinu Adi Nugraha SH telah membacakan dakwaan Pasal 263 KUHPidana perbuatan tindak pidana dugaan penggunaan surat palsu terhadap tersangka/ terdakwa Ahmad Tohar Usman Alias Pak Somad Bin Usman H Rajak.
                Dalam pemaparan isi dakwaan JPU Yopentinu Adi Nugraha SH menyatakan, menyakini terdakwa Ahmad Tohar Usman alias Pak Somad Bin Usman H Rajak telah mempergunakan dokumen ( surat tanah ) di atas segel tahun 1971 yang di tanda tangani oleh Penghulu Pangkalan Sesai bernama Abu Kasim.
Berbeda dengan P Lubis SH, saat di ajak bincang - bincang wartawan terkait perkara pidana yang menimpa Somad Bin Usman H Rajak, Kuasa Hukum Somad Bin Usman H Rajak pada perkara perdata melawan almarhum Barita Simbolon ini justru menyatakan sangat menyayangkan sikap oknum penyidik yang menangani perkara pidana Somad Bin Usman H Rajak.
                " Bagaimana bisa Somad Bin Usman H Rajak bisa jadi tersangka, sementara surat tanah itu atas nama almarhum orang tuanya." ujar P Lubis SH, seakan mengkritisi kinerja oknum kepolisian dan Jaksa yang menangani perkara Somad Bin Usman H Rajak. (***S Nst)


0 komentar:

Post a Comment

Disdukcapil Kota Banjar

Disdukcapil Kota Banjar

DISDUKCAPIL KOTA BANJAR

DISDUKCAPIL KOTA BANJAR