Aneh, Petani Usman Mau Bayar Utang Malah Dipolisikan oleh Pengusaha Kilang Sagu

.

Selatpanjang, LHI.
Pada tanggal 27 Agustus 2018 Pukul 15.00 WIB, Usman warga  Desa Banglas Jalan Perumbi Gang Juangsa Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti Selatpanjang datang ke rumah Toko Pengusaha Kilang Sagu bernama Wisandi , dengan niat mau bayar hutang sebesar Rp.25 juta. Namun, biar rakyat jelata itu   ditolak Wisandi seorang pengusaha besar.
                  Kata Usman, meniru ucapan  Wisandi, utang kamu sudah lama mana bisa dibayar dengan Rp.25 juta . Lebih baik uang kamu bawa saja pulang .
                  Dengan adanya penolakan pembayaran utang tersebut   Wisandi, uang tersebut dibawa Usman pulang ke rumah bersama saksi yang ikut mendampinginya.
                  Setelah dua bulan lebih lamanya, mau membayar utang Rp.25 juta  ditolak oleh   Wisandi! Namun tiba tiba, Usman menerima Surat Panggilan polisi  bernomor : B/501/X.1.2018/Reskrim Tanggal 09 Oktober 2018, perihal Permintaan Keterangan atas Laporan Pengaduan Wisandi Pengusaha Kilang Sagu tanggal 08 September 2018 Tentang dugaan peristiwa Penipuan jual beli batang rumbia sagu. Surat Perintah Penyelidikan Nomor : Sp. Lidik/75/IX/2018/Reskrim tanggal 09 Oktober 2018 Jam 10.00 WIB untuk hadir guna diminta Keterangan Perkara tersebut di ruang unit II Satriskrem Polres Kepulauan Meranti Jalan Pembangunan I Selatpanjang, menemui IPDA AHMAD MUZAKIR, S.T.K dan Bripda Angga Dermawan.
                  Menurut Usman petani rumbia sagu kepada LHI mengatakan ,dia  memang ada meminjam uang kepada pengusaha kilang sagu sebanyak Rp.25 juta  . “Utang piutang tetap saya akui utang tersebut kepada Wisandi, karena dulunya saya   ada jual tual batang rumbia sagu dan sudah pernah tual batang rumbia sagu sampai ke kilang pengusaha Wisandi. “ungkap petani bernasib malang ini
                  Ketua LSM PEKKI Riau Muhammad rasyid  merasa keheranan,  mengapa laporan pengaduan Wisandi Pengusaha Kilang Sagu pada tanggal 08 September 2018 ada tentang dugaan peristiwa penipuan jual beli batang rumbia sagu? Sedangkan utang mau dibayar kok di tolak?
                  “Oleh sebab itu  , kami dari Koalisi LSM dan Media dan Online dan tetap menelusuri kasus pengaduan Laporan Pengusaha Kilang Sagu peristiwa dugaan tipu menipu sampai di mana demi keadilan di tengah-tengah masyarakat. Yang saling terlilit ijon alias pajak, sering membuat surat di bawah tangan.Bak kata pepatah orang pintar dia menulis, dia juga membacanya. Kami akan berjuang membela kaum lemah, masyarakat jelata yang selama ini terjerat pengusaha yang menerapkan sistem ijon, “tegasnya (RAMLI ISHAK) ***


0 komentar:

Post a Comment

Disdukcapil Kota Banjar

Disdukcapil Kota Banjar

DISDUKCAPIL KOTA BANJAR

DISDUKCAPIL KOTA BANJAR