Ada Apa Dengan Bagian Kesra Setda Kab.Musi Rawas?

.

Musi Rawas, LHI  
Beberapa minggu terakhir ini dibagian Kesra Setda Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi sorotan sejumlah awak media yang bertugas didaerah ini. Pasalnya, berdasarkan informasi yang diterima wartawan menyebutkan,  sejumlah item  kegiatan yang sudah dilaksanakan dibagian Kesra  ini patut dicurigai, karena  khawatir bakal jadi ladang oknum nakal berbuat kecurangan, Terutama salah satunya saat pembuatan Berita Acara  (BA) dan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) terkait pelaksanaan kegiatan yang notabene sumber dananya berasal  dari pos Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ( APBD) Kabupaten Musi Rawas pada tahun 2018 ini.
            Kepala Bagian kesra Setda Kabupaten Musi Rawas Muhammad Yusran Amri saat ditemui sejumlah awak media diruang kerjanya, Rabu (23/10) membantah kalau kegiatan yang sudah dilaksanakan tidak sesuai aturan. Karena pihaknya tidak berani untuk melakukan kecurangan, Apalagi belum lama ini ada pihak dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah melakukan monitoring dan membuat MoU  mendukung pemberantasan korupsi,"Saya senang dan setuju ada informasi dari anda semua, Karena dalam agama pun mengajurkan seperti itu, sampaikanlah walau itu satu ayat,"ujar Yusran tersenyum.
            "Saya kira mengenai penjelasan secara rinci maupun teknis mengenai berbagai item kegiatan yang anda tanyakan, silahkan hubungi Kasubag yang membidangi kegiatan masing-masing, Kkarena sampai bulan Oktober 2018 ini, anggaran terserap berkisar 70 persen,"tuturnya.
            Menurut Yusran mengenai anggaran penyelengggaran keberangkatan umroh, Itu kita melakukan pelelangan (tender-red) Namun untuk dana pendamping pihaknya yang mengelola sendiri dengan kode rekening anggaran berbeda, yakni penerapan nilai nilai religius,
            Sedangkan, mengenai realisasi terhadap anggaran penyelenggaran pendataan dan pembinaan organisasi kepemudaan, menurut Yusran selama ini pihaknya sama sekali tidak ada data, Jadi pihak berusaha mendata kembali organisasi keagamaan apa saja yang sudah ada didaerah ini,
            Ketika disinggung berkenaan dengan program Musi Rawas Darussalam sebelumnya selama 10 tahun sewaktu di era Ridwan Mukti (RM) diakui Yusran itu belum ada akurasi datanya"Saya kira akurasi datanya itu belum begitu akurat, Jadi perlu pihaknya kembali melakukan pendataan ulang, Karena selama ini organisasi yang kita ketahui, hanya Nahdatul Ulama(NU), dan Muhammadiyah,"Ungkap Yusran.
            Sementara itu, Bastari salah satu Kasubag Kesra yang membidangi pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran ditemui membantah keras kalau kegiatan yang sudah dilakukan tidak sesuai aturan maupun mekanisme yang ada, "Tidak ada namanya tumpang tindih (overlapping) dengan anggaran di 14 Kecamatan, mereka punya sendiri anggaran dan kita juga ada, untuk pelaksanaannya disesuaikan dengan kaidah yang ada, tidak ada mark up dana (pembekakan-red) ataupun hal-hal yang bersifat negatif lainnya,
            " Masalah pajak malah kita rugi, Karena waktu itu  lupa potong pajak saat membayar honor para juri, Tapi itu dapat kita atasi  dan mengenai masalah honor panitia lainnya memang dibayar bervariasi karena melibatkan seluruh sekretariat Pemkab Musi Rawas dan termasuk pihak Kementerian Keagamaan (Kemenag) Kabupaten Musi Rawas, dan mengenai transportasi, akomodasi juri perlombaan sudah dibayar semua, Termasuk makan minum (makmin) dan pemberian hadiah uang dan trofi  juara yang semuanya sudah sesuai aturan,"jelasnya.
            Mengenai rincian anggaran saya tidak paham karena saat ini tidak  pegang dokumennya, Jadi takut salah menyampaikan, kalau saya ada waktu, silahkan nanti datang lagi kesini,"jelas bastari.
            Berikut ini sejumlah kegiatan anggaran yang sudah dilaksanakan pada bagian Kesra, diantaranya, Pengadaan belanja sewa belanja mobilitas darat Rp. 180 juta,  Penyelenggaran keberangkatan umroh Rp. 2.4 Miliar, Penerapan Nilai-nilai religius Rp. 56 Juta,  Penyelenggaran pendataan dan pembinaan organisasi kepemudaan Rp. 150 Juta,  penyelenggaraan pembinaan remaja masjid Rp. 150 Juta,  pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran(MTQ) Rp 677 Juta dan belum termasuk kegiatan yang lainnya.  ( AK/ Tim )**

0 komentar:

Post a Comment

Disdukcapil Kota Banjar

Disdukcapil Kota Banjar

DISDUKCAPIL KOTA BANJAR

DISDUKCAPIL KOTA BANJAR