Kesenian Tradisional Badeng Desa Kurniabakti Kecamatan Ciawi Perlu Mendapat Perhatian

.

Kab.Tasik LHI
Meski dewasa ini jaman Milineal tapi Kesenian Tradisional Badeng di Desa Kurniabakti Kecamatan Ciawi masih berkembang dan disukai masyarakat. Pelaku-pelaku Seni Badeng masih eksis bukan saja kaum tua tapi juga kaum generasi muda. Hanya saja perkembanganya tidak semulus  yang diharapkan dikarenakan kesulitan biaya pengembanganya. Hal tersebut disampaikan Cece Hermana Kades Kurniabakti Kecamatan Ciawi yang merupakan pelindung kesenian Badeng Desa Kurniabakti yang juga pecinta kesenian tradisional Sunda  .
            "Dikecamatan Ciawi Kesenian Badeng hanya ada di Desa Kurniabakti tepatnya di Dusun Leles Hilir. Kesenian Badeng berkembang dari generasi kegenerasi dan kini yang bernama Bah Kili dan Dedi Tosin merupakan tokoh kesenian Badeng dari Desa Kurniabakti. Kami berharap Kesenian Badeng desa kami dapat berkembang serta dapat dikenal lebih luas lagi diluar sana" katanya.
            Menurut Cece Hermana, Seni Badeng dari Desa Kurniabakti sering ditampilkan dalam acara-acara khusus dikecamatan Ciawi dan sering mendapat undangan dari luar kecamatan Ciawi. Bahkan baru-baru ini dalam acara Helaran KesenianTradisional Tingkat Kabupaten Tasikmalaya 2018 yang berlangsung di Padakembang, kontingen Kecamatan Ciawi mengusung Seni Badeng dari Desa Kurniabakti tersebut dan meraih juara harapan 3. Camat Ciawi Drs. Maman Faturohman saat ditemui LHI menyatakan merasa bangga atas pencapaian tersebut.
             "Kami ingin Kesenian Badeng dari Desa Kurniabakti dapat dikenal lebih luas lagi. Selain ikut melestarikan Kesenian Tradisional Sunda diharapkan dengan berkesenian masyarakat lebih bergairah dan bisa menghasilkan income dari tampilan-tampilan Kesenian Badeng" ujar Cece Hermana.
            Cece Hermana berharap ada pihak-pihak terkait yang mau membantu guna mengembangkan Kesenian Badeng didesanya tersebut. Agar kedepanya Kesenian Badeng menjadi ikon Desa Kurniabakti sehingga dapat menarik wisatawan atau pecinta-pecinta Kesenian Tradisional Sunda.  "Kami perlu biaya untuk peremajaan perlengkapan Seni Badeng. Kami ingin banyak group Seni Badeng di Desa Kurniabakti. Oleh karena itu kami perlu berupaya semaksimal mungkin" ungkap Cece Hermana.
            Kesenian Badeng adalah kesenian tradisional Sunda yang perlengkapanya berupa Gendang mirip Gendang Seni Reog yang dikolaborasikan dengan Seni Angklung. Personilnya biasanya 11 orang, 5 orang penabuh Gendang Badeng dan 6 orang penabuh Angklung. Yang ditampilkan berupa gerak lincah personil dan alunan suara nyanyian sesuai tema yang diusung. "Pelaku Seni Badeng musti pandai mencipta lirik lagu atau menggali lagu-lagu yang ada sesuai tema yang dibawakan. Biasanya dalam bentuk lagu jenaka, berpantun atau Sisindiran"  pungkas Cece Hermana. (ASEP SUDRAJAT)***


0 komentar:

Post a Comment

Disdukcapil Kota Banjar

Disdukcapil Kota Banjar

DISDUKCAPIL KOTA BANJAR

DISDUKCAPIL KOTA BANJAR