Diduga Penyendupan Barang Impor Ilegal dari Malaysia Tak Terbendung, Aparat Bea Cukai Meranti Terkesan Tutup Mata

.

Selatpanjang, LHI.
Pada hari Jum’at, 14 September 2018, kapal milik pengusaha Bingkon dari Malaysia bongkar barang, bermacam jenis barang terbungkus rapi dengan kardus dan plastik kara berbentuk kapsul warna putih, bongkar barangnya di Pelabuhan Pelindo I Selatpanjang.
                  Bongkar barang tersebut ada dimasukkan di dalam gudang Pelabuhan Pelindo, ada dimuat dalam gerobak, langsung dibawa ke gudang milik pribadi   Bingkon yang berada di Jalan Pelabuhan tak jauh dari Kantor Bea dan Cukai Selatpanjang Tanjung Harapan Kampung Beran.Plastik berbentuk kapsul warna putih di angkut pakai gerobak langsung ke toko rumahnya Jalan Jawi-Jawi Pasar Baru.
                  Tak berfungsinya pengawasan pihak-pihak terkait termasuk Bea dan Cukai di laut maupun di pelabuhan di kawasan Bea dan Cukai Wilayah Kantor maupun Pos Bea dan Cukai di Selatpanjang! Sehingga pengusaha bernama Bingkon bebas membawa barang dari Malaysia mengatas nama barang lintas batas.
                  Baru-baru ini salah satu media terbitan pusat di Selatpanjang, menanyakan kepada Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Selatpanjang   Hengki, dengan maraknya aktifitas penyelundupan di Meranti, “ KPPBC Selatpanjang sudah diperkecil menjadi Kantor Pembantu dan berada di bawah KPPBC Bengkalis, sehingga untuk melakukan tindakan  pencegahan KPPBC Selatpanjang masih harus melakukan koordinasi berjenjang!   Lagi pula kami memiliki 8 personil saja di Selatpanjang.”ujarnya
                  Ketua LSM PEKKI Riau Muhammad Rasyid, mengatakan mengapa  Jamil penduduk Desa Tanjung Bunga Kecamatan Pulau Merbau hanya membawa 60 goni bawang, 30 goni beras, 5 orang pulang kerja dari malaysia pulang kampung ditangkap Satpol Airud Polda Riau dijebloskan dalam Rutan Jalan Tanjung Harapan Selatpanjang.
                  “Jamil adalah bahasa kampung Tekong motor pompong bukan pengusaha, tidak sama dengan pengusaha Bingkon punya kapal membawa barang dari Malaysia sudah berkali-kali kapalnya ditahan dengan istilah diamankan di Pelabuhan Sandar tertentu! Mengapa tidak di ajukan ke pengadilan? Apakah Jamil orang miskin? Disinilah nampaknya kesenjangan hukum terhadap orang kecil! “jelas Muhammad Rasyid.(RAMLI ISHAK)


0 komentar:

Post a Comment

Disdukcapil Kota Banjar

Disdukcapil Kota Banjar

DISDUKCAPIL KOTA BANJAR

DISDUKCAPIL KOTA BANJAR