Bermacam Jurus Lakon Toke Pengusaha Kilang Sagu Terhadap Petani Usman

.

Selatpanjang LHI.
Pada hari Sabtu, tanggal 08 September 2018 pukul 14.00 WIB, Ipal panggilannya, tempat tinggal di Desa Lukun menemui LHI dirumah Jalan Perumbi Gang Juangsa menyampaikan keluhannya, dalam masalah penebangan batang rumbia sagu bahwa dirinya didatangi oleh toke bernama Sandi, seorang  pengusaha kilang sagu bertempat tinggal di Jalan Imam Bonjol Selatpanjang.
                  Kilang pabrik sagunya di Desa Tenan, menurut keterangan Ipal menirukan ucapan Sandi, “Tual batang sagu jangan kamu gerakkan dulu karena kebun rumbia sagu yang di jual Usman, batang pajak saya alias/ ijon, berdasarkan kwitansi sama saya”, kata nya kepada Ipal.
                  Sudah berkali-kali Sandi   ada indikasi melarang saya mengerjakan batang rumbia sagu yang Ipal beli berasal dari   Usman. Sedangkan surat dokumen pembelian batang rumbia sagu lengkap, “Saya miliki dan surat jual beli kebun Pak Usman pun ada sama saya, “kata Ipal menerangkan kepada  LHI  
                  Bermacam jurus dan lakon toke pengusaha sagu Sandi  untuk menjerat Usman petani pekebun rumbia sagu sebagai masyarakat kecil untuk ditekan alias terlilit pajak kebun rumbia batang sagu.
                  Usman mengaku dengan sebenarnya, hutangnya hanya Rp.25 juta kepada pengusaha kilang sagu tersebut, “Tidak ada saya memajak kebun rumbia saya kepada Toke Sandi dan tidak pernah membuat surat perjanjian pajak batang rumbia sagu milik saya,”jelas Usman    disaksikan tokoh masyarakat.
                  Berbulan-bulan lamanya Usman    mengumpulkan uang untuk membayar hutang saya kepada toke Sandi. Dia  berusaha mengumpulkan uang karena seorang  petani kecil sangat lama mencari uang!
                  Pada tanggal 27 Agustus 2018,   Usman datang ke rumah Sandi untuk membayar hutangnya sebesar Rp.25 juta, “Ada saksinya mengantar uang tersebut kehadapan Toke SANDI, tapi di tolak, saya mau membayar hutang sebanyak Rp.25 juta, Sandi bilang “Utang kamu sudah lama kepada saya, mana bisa dibayar dengan Rp.25 juta, lebih baik bawa pulang saja uang kamu”.
                  Begitu  pongahnya seorang pengusaha kaya terhadap petani kecil.
Ketua LSM PEKKI Riau Muhammad Rasyid, “sampai dimana kasus hutang piutang yang dilakonkan pengusaha Sandi itu? Kami tetap akan  mengikuti mata rantai pajak alias ijon yang dilakonkan pengusaha sagu, bukan hanya pengusaha kilang sagu bernama Sandi saja,”pungkasnya. ( RAMLI ISHAK) ***


0 komentar:

Post a Comment

Disdukcapil Kota Banjar

Disdukcapil Kota Banjar

DISDUKCAPIL KOTA BANJAR

DISDUKCAPIL KOTA BANJAR