Inilah Nasib Sial Seorang Nakhoda Bernama Jamil Masuk Sel

.

Selatpanjang, LHI  
Saksi Ahli Karantina Pekanbaru Jabatan Kasi Tumbuhan Provinsi Riau  bernama Apip Sapudin, SP bersama anggotanya didampingi Saksi Ahli dari Petugas Imigrasi, setelah memberi keterangan dalam persidangan di tempat sidang Kantor Pengadilan Negeri Bengkalis di Selatpanjang pada hari Senin  (6/8/ 2018), terkait dalam  kasus penangkapan nakhoda motor pompong dari Batu Pahat Malaysia bermuatan 30 karung beras, 60 karung bawang, 5 orang pekerja pulang kampung dari Malaysia negara tetangga.
               Menurut fakta dalam persidangan, nakhoda motor pompong bernama Jamil penduduk Desa Tanjung Bunga Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti, penangkapan motor tersebut di perairan Melai Pulau Rangsang di tangkap oleh Satpol Air Polda Riau.
               Nakhoda Jamil masuk di jeruji besi alias rumah tahanan.   Jamil bukan seorang pengusaha, hanya membawa motor pompong yang  membawa beras 30 karung, bawang 60 goni, tidak sama dengan pengusaha bernama Bingkon , penduduk Selatpanjang membawa barang dari Malaysia pakai kapal bongkar di Pelabuhan Pelindo Selatpanjang, kapalnya pernah di tangkap istilahnya diamankan di pelabuhan tertentu sampai hari ini tidak pernah diajukan ke persidangan di Pengadilan, dimana letaknya keadilan? Jangan hukum tajam ke bawah tumpul ke atas, bak kata pakar hukum.
               Ketua LSM PEKKI Riau Muhammad Rasyid mengatakan Bingkon   adalah pengusaha pemilik Kapal KM. Naga Sakti   termasuk KM. Hotri Jaya   milik Abing  ini semua membawa barang dari Malaysia. Gudang barangnya di Jalan Ibrahim Selatpanjang, ini mengapa di diamkan saja?
               Sedangkan  nakhoda Jamil  yang  bukan seorang pengusaha  dan juga tidak mempunyai kapal, istilah di desa adalah Tekong Motor Kecil alias Pompong. Membawa beras 30 karung, bawang 60 goni dari Batu Pahat Malaysia, tenaga kerja pulang kampung 5 orang, secara politis sidang Tekong Jamil luar biasa sampai menurunkan Tim Saksi Ahli dari Pekanbaru ke tempat sidang di Selatpanjang, seolah-olah  Jamil penyelundup kelas kakap sangat merugikan negara.
               Ketua LSM PEKKI Riau mengatakan, jangan ada dugaan masyarakat, maling teriak maling!. Apakah nanti barang bukti berupa beras dan bawang di musnahkan? Kalau di musnahkan boleh dikatakan mubazir!
Sebab beras dan bawang adalah kebutuhan masyarakat, kalau lah ada kecurigaan pihak-pihak terkait menangani barang tersebut harus di hadirkan dokter spesialis untuk pembuktian mengandung penyakit atau tidak barang hasil tangkapan tersebut. ,paparnya.( RAMLI ISHAK)****

0 komentar:

Post a Comment

Disdukcapil Kota Banjar

Disdukcapil Kota Banjar

DISDUKCAPIL KOTA BANJAR

DISDUKCAPIL KOTA BANJAR